Thursday, July 30, 2015

Late post : Liburan ke Kuala Lumpur - Day 2

Kembali lagi dengan postingan tentang liburan waktu itu yang super telat untuk dishare. Okelah, mungkin para pembaca sudah maklum ya. He he..

Jadi ceritanya pas bangun, perut sudah lapar dan minta diisi. Kami berangkat ke Chinatown (Petaling) untuk mencari sarapan. Untuk Anda yang tinggal di daerah Bukit Bintang (BB), ada dua alternatif transportasi yang bisa dipilih, yaitu dengan Rapid KL (berbayar) atau dengan menaiki bis Go KL (gratiiiis).

Tentu saja sebagai pecinta gratisan, saya memilih untuk naik Go KL. Nah, teman- teman, Go KL sendiri adalah bus gratis yang disediakan oleh pemerintah Malaysia. Rutenya beragam. Untuk menaikinya harus memerhatikan warna line-nya. Karena setiap warna memiliki rute yang berbeda.


tempat nunggu Go KL

Untuk mencapai Chinatown, kami menaiki Go KL Purple Line. Tunggunya di depan Starhill Gallery di seberang Pavilion.  Nah, awalnya kami kira warna jalurnya dilihat dari warna busnya. Jadi begitu ada Go KL yang lewat, kami langsung naik. Eh, kok jadi muter ke KLCC ya? Ternyata, warna bus Go KL memang ungu semua. Ha ha.. Keterangan warnanya bisa dilihat di LED Panel yang ada di depan bus. Oh oh oh..

Go KL sebenarnya terdiri dari beberapa line warna. Hanya saja yang lebih sering lewat itu Green Line  dan Purple Line. Berikut ini rute dari masing- masing line (sumber dari www.spad.gov.my ):
Green Line
1.       KLCC
2.       Angkasaraya
3.       MATIC
4.       Concorde Hotel
5.       Wisma Hap Seng
6.       The Weld
7.       Wisma Lim Foo Yong
8.       Pavilion
9.       Ain Arabia
10.   Monorail Raja Chulan
11.   Wisma Rohas Perkasa
12.   Citibank
13.   Wisma Athlan
Purple Line
1.       HAB Pasar Seni
2.       Bangkok Bank
3.       Muzium Telekom
4.       Menara Olympia
5.       KL Tower
6.       The Weld
7.       Wisma Lim Foo Yong
8.       Pavilion
9.       Ain Arabia
10.   Wisma Boustead
11.   Wisma HLA
12.   Simpang Bkt Ceylon
13.   Muzium Telekom (Opp)
14.   Kota Raya

Friday, July 17, 2015

Review T-drama : Someone Like You

Jadi ceritanya saya gagal posting lagi. Alasan terkuat karena malas ditambah mood yang tidak menentu. Mulai dari rencana melanjutkan posting tentang jalan- jalan, review drama, hingga lirik lagu yang lagunya saya putar berulang- ulang, tertunda (baca: kemungkinan batal). Dan kali ini, saat sedang semangat- semangatnya, saya memutuskan untuk nge-post tentang drama Taiwan yang baru selesai saya tonton.

Iya, drama Taiwan. Secara saya sudah lama tidak menonton drama Taiwan (terakhir karena kurang puas karena ceritanya muter- muter di situ sehingga kesannya jadi kurang bagus), kali ini waktu menonton agak biasa saja. Saya beli dvd-nya karena direkomendasi oleh penjual.

Judul dramanya Someone Like You. Pemeran utama prianya Kingone Wang dan pemeran utama wanitanya Lorene Ren. Di luar perkiraan saya, drama Taiwan yang satu ini cukup lumayan saya nikmati meski konfliknya tidak secetar drama Tiongkok atau drama Korea. Dengan tema cerita yang boleh dibilang sudah biasa, drama ini masih terasa manis plus ada bagian kocaknya juga.


Sebelum memulai, kenalkan cast-nya dulu ya :
Kingone Wang sebagai Fang Zhan Cheng
Lorene Ren/ Kirsten Ren sebagai Liang Luo Han dan Chen Yu Xi (tokoh kembar)
Sean Lee sebagai Li Bo Yan
William Liao sebagai Shen Wei Lian (William Shen)
Nita Lei sebagai Xu Ya Ti
Miao Ke Li sebagai Chen Ma Ma (ibunya Yu Xi dan Yu An)
Xu Hao Xuan sebagai Chen Yu An
Katie Chen sebagai Xie Fei Fei
Shen Hai Rong sebagai Juan Jie

Drama ini berkisah tentang seorang GM (general manager) yang memilih untuk hidup dalam kegelapan karena merasa bersalah atas kematian calon isterinya. Dalam perjalanan menuju lokasi foto prewed, terjadi kecelakaan yang menimpa Zhan Cheng dan tunangannya, Luo Han.

Zhan Cheng berhasil diselamatkan tetapi matanya buta sedangkan Luo Han meninggal dunia. Sejak saat itu, Zhan Cheng kehilangan dunianya. Ia terpuruk. Namun perkataan sahabat sekaligus asistennya, William, membuatnya sadar bahwa Big City, pusat perbelanjaan yang dirintisnya, adalah salah satu harapan Luo Han. Oleh karena itu ia bangkit meski tidak bersedia dioperasi. Zhan Cheng mulai membiasakan dirinya untuk mengelola perusahaan.

Di lain tempat, di Lembah Bersayap, seorang gadis bernama Chen Yu Xi hidup dengan ibunya dan berkomplot membohongi para turis. Yu Xi bekerja sebagai pemandu wisata dan sementara ibunya bekerja sebagai peramal gadungan. Yu Xi akan melihat gelagat dan mendapat informasi terlebih dahulu tentang calon klien ibunya lalu memberitahu ibunya sehingga para klien percaya bahwa Ibu Yu Xi benar- benar adalah titisan dewi. Ternyata mereka berbuat demikian agar bisa membiayai pengobatan adik Yu Xi, Yu An, yang tengah diopname karena penyakitnya yang parah.

Pertemuan Zhan Cheng dengan Yu Xi diawali dengan kesalahpahaman. Saat itu Yu Xi sedang berada di Big City untuk melakukan perawatan tubuh yang kuponnya ia dapat dari sahabatnya. Zhan Cheng mendengar suaranya yang mirip dengan Luo Han memutuskan untuk mengikutinya. Yu Xi yang tidak mengetahui bahwa Zhan Cheng tidak bisa melihat hanya bisa berteriak dan bersikap lebay. Singkatnya ia membuat kekacauan namun berhasil menyelamatkan Zhan Cheng.

William terkejut melihat Yu Xi yang memiliki wajah yang sama persis dengan Luo Han. Oleh karena itu, ia mencari tahu dengan langsung datang ke rumah Yu Xi di lembah bersayap dan berbincang dengan Chen Ma Ma.

Chen Ma Ma mengaku bahwa beliau tidak memiliki putri kembar. Dari perbincangan itu diketahui juga bahwa Yu Xi pernah bersekolah di akademi keperawatan. William saat itu langsung menawari YuXi pekerjaan sebagai perawat bosnya. Dengan iming- iming gaji besar, – yang bisa ia pakai untuk membayar biaya pengobatan Yu An – Yu Xi setuju.

Beruntung Yu An diberi mukjizat. Ia sembuh dari penyakitnya. Sebagai ucapan syukur, Yu An mengabdikan dirinya menjadi pastor. Di gereja, ia bertemu dengan Fei Fei, adik tiri Zhan Cheng. Saat itu Fei Fei tengah patah hati karena kakaknya hanya mencintainya

Sayangnya ia tidak betah bekerja dengan bosnya. Di awal kebersamaan mereka, Yu Xi sering berteriak dengan sikap noraknya dan merasa diperlakukan tidak adil. Tapi setelah Yu Xi tahu mengenai kisah hidup bosnya yang pahit, ia sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan.

Sejak itu, Yu Xi membantu Zhan Cheng dengan tulus. Ia juga tidak bersikap kasar dan norak lagi terhadap bosnya. Yu Xi juga mendorong semangat Zhan Cheng untuk bisa melihat lagi. Tanpa Yu Xi dan Zhan Cheng sadari, mereka hidup layaknya sepasang kekasih.

Masalah mulai bermunculan. Dari masalah bisnis merambat ke hubungan Yu Xi dengan Bo Yan, pacar Yu Xi, dan Zhan Cheng. Bo Yan merupakan asisten dari Vanessa, GM The Peak, saingan Big City. Vanessa sendiri bukan wanita yang jahat. Tanpa sepengetahuannya, Bo Yan yang ambisius memanfaatkan hubungan Yu Xi dengan Zhan Cheng untuk mendapatkan informasi dan menjatuhkan Big City.

Kejadian demi kejadian mereka – Yu Xi dan Zhan Cheng – lewati. Berkat Yu Xi, Zhan Cheng bersedia dioperasi. Sayangnya setelah dioperasi, Zhan Cheng tidak dapat langsung melihat. Maka ia dan Yu Xi kembali ke motel milik Juan Jie untuk refreshing sambil memulihkan kondisi Zhan Cheng.

Ya Ti, keponakan Juan Jie, menaruh hati pada Zhan Cheng sejak pertemuan pertama mereka waktu itu. Ya Ti merasa familiar dengan Zhan Cheng. Jantungnya juga berdetak lebih kencang saat melihat pria itu. Begitu pun saat ia ke Taiwan dan mengunjungi Zhan Cheng, melihat rumah Zhan Cheng saja ia merasa sangat akrab dengan pria itu. Dan ia mulai mengetahui suatu fakta yang tidak pernah ia sangka akan terjadi dalam hidupnya.


Bagaimana dengan Ya Ti setelah ia mengetahui kenyataan tentang dirinya? Bagaimana dengan dilema hati Yu An? Akankah Yu Xi dan Zhan Cheng bersatu? Ataukah Zhan Cheng menyukai Yu Xi hanya karena ia selalu teringat pada Luo Han? Ikuti kisah mereka dalam Someone Like You ^^

sumber foto : google.com