Sebuah Jurnal

Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts
Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts

Joglosemar : Dari Kota Gudeg ke Kota Lumpia



Mari berpindah ke kota lain di Jawa Tengah. Saat memikirkan detinasi liburan Natal yang hendak dituju, Semarang masuk ke dalam daftar. Entah mengapa, rasanya ingin saja. Maka, dari Jogja, kami memutuskan untuk bertolak ke Semarang. Dari hasil pencarian, Joglosemar paling direkomendasikan. Plus armadanya yang banyak dan rutenya yang banyak juga.

Aplikasi Joglosemar yang bisa teman- teman download
Beberapa kota keberangkatan Joglosemar

TransJogja ke Prambanan


Setelah dikecewakan oleh salah satu jasa penyewaan mobil di Jogja, janjinya bakal diantarkan ke bandara mobilnya. Saya konfirmasi seminggu sebelum keberangkatan, karena dari awal sudah was- was, kenapa pas saya mau DP, admin bilang tidak apa- apa, H-4 saja. Dan ternyata benarlah, saya WA dan telepon tetapi masih tidak mendapat respon. Pada akhirnya, pihak rental mobil itu benar- benar mengecewakan kami. Ya sudahlah.

Stephouse Jogja : BnB Rasa Rumah Sendiri

Hola! Selamat Tahun Baru bagi kita semua. Senang sekali 2018 lalu menjadi tahun yang menyenangkan bagi gelembungcerita. Banyak tempat baru, cerita baru, dan teman baru. Semoga 2019 ini gelembungcerita bisa lebih baik lagi. Amin. Liburan terakhir di 2018 juga menyisakan ceritanya sendiri. Salah satunya adalah itinerary yang lari kemana- mana. Sedih sebenarnya, tapi ya sudahlah. Let's just have fun!

Rencana menghabiskan liburan anti cuti dimulai lagi. Kali ini mainnya ke Semarang. Singgah dulu ke Yogyakarta satu malam karena si kawan mau nonton Raminten  Cabaret Show (terakhir pada ngga jadi semua). Setelah THR cair, di saat orang sibuk belanja, saya sibuk belanja juga, belanja tiket pesawat.

This is Stephouse 
Tiket pesawat aman. Saatnya cari tempat buat nginap. Setelah browsing ke sana kemari, kami memilih menginap di Stephouse. Dilihat dari review dan foto- fotonya sih oke ya. Teman- teman bisa pesan melalui AirBnB ataupun kalau yang tidak punya kartu kredit, bisa juga dengan pesan dilanjutkan dengan pembayaran manual dari luar aplikasi AirBnB.  

Borobudur Setelah Enam Tahun Penantian


Borobudur selalu menempati urutan teratas dalam agenda liburan saya – yang sayangnya belum kesampaian. Kali ini, setelah enam tahun berlalu, akhirnya saya dan teman- teman bisa juga mengunjungi Candi Borobudur. Senang banget ya.

Candi Borobudur dari kejauhan 
Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah. Perjalanan ke Borobudur memakan waktu lebih lama ketimbang ke Prambanan. Hampir satu jam dari tempat kami menginap.

Sesampainya di kompleks candi, kami segera berjalan menuju loket. Loketnya dibagi dua, yaitu loket yang menjual tiket untuk wisatawan lokal dan wisatawan asing. Harga tiket masuk per orangnya Rp 30.000,- (ada tiket terusan untuk mengunjungi Candi Prambanan dan Boko, tapi kami takut tidak sempat, jadinya hanya membeli tiket masuk Candi Borobudur saja). Untuk wisatawan asing, harga tiketnya USD 25.

Kompleks Candi Borobudur ini luas sekali. Saya bahkan celingak celinguk karena Candi Borobudur tak tampak. Barulah setelah berjalan beberapa saat, candi kelihatan. *abaikan saya yang terlalu bersemangat* Kami datang pada hari biasa, hari Senin, jadi tidak terlalu ramai.

Wisata Alam Kalibiru


Liburan ke Jogja belum lengkap rasanya kalau belum main ke Kalibiru. Kalibiru terletak di Kabupaten Kulon Progo, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Wisata alam Kalibiru sangat memanjakan mata pengunjung. Dari ketinggian, pengunjung dapat melihat Waduk Sermo yang membentang luas berlatar langit biru yang indah.


Untuk tiket masuk Kalibiru cukup terjangkau, Rp 5.000,- per orang dan tiket spot fotonya beragam, tergantung spot yang teman- teman pilih. Karena kesorean sampai di sana – kami tiba di sana hampir jam tiga sore, dan itu pun antreannya sedang penuh, kami mendapatkan spot foto 2, tiketnya seharga Rp 10.000,- per orang belum termasuk jasa fotonya.


Setelah membeli tiket, kami pun ikut mengantre. Kalau tidak mengantre ya sayang kan sudah sampai di sana hanya melihat dari jauh. Foto sendiri hasilnya backlight. Jadi kami memercayakan dokumentasi kami kepada abang tukang foto. Kalau nggak salah, satu lembar foto biayanya Rp 5.000,- dan ada minimal fotonya. Karena kantong kami sudah kekeringan karena kalap berbelanja di Borobudur, kulineran,  dan masih harus bertahan sampai malam hingga menjumpai mesin ATM *di perjalanan sibuk mencari minimarket yang ada ATMnya* (jangan ditiru karena ini bukan tipe traveler yang baik ;p), kami memilih paket yang paling hemat. Sekali foto langsung bertiga ^^

Cave Tubing @ Goa Pindul


Perjalanan hari ketiga di Jogja dilanjutkan ke Candi Prambanan setelah itu langsung berangkat ke Goa Pindul. Ada wisata yang keren di sana, yaitu wisata jelajah goa. Goa Pindul terletak di Desa Bejiharjo, Dusun Gelaran I. Perjalanan ke Goa Pindul terasa sangat jauh padahal driver sudah mengebut. Perjalanan memakan waktu satu jam lebih.

Semakin mendekati tujuan, akan semakin banyak penyedia jasa cave tubing ini. Beruntung setelah kejadian- kejadian yang aneh tapi seru, kali ini rekomendasi drivernya cocok sama kami. Dengan modal Rp 35.000,- per orang ditambah jasa dokumentasi seharga Rp 100.000,- , petualangan menjelajah goa pun dimulai. Sekadar informasi, kami menggunakan jasa Panca Wisata waktu itu.
walaupun kesorean tetap hepi ^^
Sekitar pukul 16:40, kegiatan jelajah goa pun dimulai. Dengan sabar, Mas Su menjelaskan detail- detail mengenai Goa Pindul yang ternyata banyak digunakan oleh warga setempat sebagai tempat bermeditasi. Goa Pindul sendiri – kalau saya tidak lupa – memiliki empat zona. Berhubung saya selalu mengandalkan kertas saat mencatat materi dan saat itu saya hanya duduk di atas ban, yang paling saya ingat hanya zona gelap abadi.