Sebuah Jurnal

Showing posts with label KL. Show all posts
Showing posts with label KL. Show all posts

[KL] Hidden Gem di Rooftop Lot 10 Itu Bernama Eden

 



Jujur saya cukup kaget saat menemukan hidden gem ini. Ya iya lah Namanya juga hidden gem. Ha ha. Bukit Bintang yang merupakan kawasan turis menjadi magnet tersendiri di Kuala Lumpur. Setiap traveller yang datang ke Kuala Lumpur pastilah menyempatkan waktu untuk minimal main ke area ini, jika tidak menginap.

 

Salah satu tempat yang mencuri perhatian adalah Lot 10. Mall yang tidak semewah Pavilion namun cukup ikonik dengan bangunan berwarna hijaunya yang terletak di ujung jalan, tepatnya di spot ‘Shibuya’nya Bukit Bintang. Lot 10 sendiri adalah salah satu mall favorit saya, bukan untuk berbelanja, tapi untuk makan. Di basement Lot 10 ada area makan Bernama Hu Tong yang menjual beraneka ragam Chinese food.  Sementara itu, terakhir kali saya ke sana, Dondon Donki sudah buka dan selalu ramai pengunjung, baik supermarketnya sendiri ataupun lapak jajanan di depan Dondon Donki.

 

[KL] Kenny Hills Bakers TTDI

 

akan lebih menggiurkan jika dilihat dari dekat

Ide itu datang saat mata ini tengah terpaku pada rute yang terpampang di hadapan saya. Belum lama kereta bertolak dari Taman Mutiara. Saya akan turun di stasiun MRT Bukit Bintang. Namun saat melihat titik dengan huruf- huruf TTDI (Taman Tun Dr Ismail) di atasnya membuat saya berubah pikiran. Masih pagi dan saya masih punya cukup waktu untuk check out dari hostel tempat saya menginap.

 

Ada apa di TTDI sampai saya harus menempuh jarak dua puluhan kilometer untuk ke sini? Ada surga kecil Bernama Kenny Hills Bakers bagi para pencinta pastries dan kawan- kawannya. Dari stasiun MRT TTDI, teman- teman bisa berjalan kaki ke Kenny Hills. Jaraknya kurang lebih setengah kilometer. Setibanya di sana, tentu saja menggunakan bantuan peta, antrean sudah panjang.

 

Rekomendasi Hostel Untuk Female Solo Traveller di Kuala Lumpur



Selamat tahun 2023 teman- teman! Tanpa terasa kita sudah memasuki bulan penuh cinta. Bulan di mana biasanya banyak yang manis- manis. Cokelat maksudnya. Saya share informasi yang manis- manis saja ya untuk kaum hawa. Jadi, di penghujung 2022, untuk pertama kalinya, saya full trip solo. Asyik nggak tuh? Walaupun dalam rangka berobat, tapi dibawa santai saja ya biar nggak tegang banget.


Kita sudahi kebanggaan atas pencapaian ini. Mari kita lanjut ngetrip. Ngetrip sendiri memang kadang bikin galau, apalagi kita ini wanita. Namun teman- teman tak payah risau. Kuala Lumpur bisa jadi destinasi wisata yang ramah bagi solo traveller. Selain moda transportasinya yang sudah oke banget, akomodasi yang tersedia juga bervariasi.

 

Mau mahal? Banyak! Mau yang ramah di kantong dan nyaman, pasti ada! Yuk intip tempat menginap saya selama empat malam di Kuala Lumpur.

Jalan- Jalan ke Kuala Lumpur Setelah Pandemi


Kaki ini kembali menjejak negeri jiran terdekat setelah dua tahun absen karena pandemi. Senang sekali karena aktivitas pariwisata dan perekonomian perlahan kembali aktif. Pada kesempatan kali ini, saya akan mengajak teman- teman untuk virtual trip singkat melalui postingan blog dan beberapa video yang akan diunggah ke Youtube Gelembung Cerita

 

Sebelumnya sudah banyak juga yang ngetrip ke Kuala Lumpur dan menanyakan ke saya. Tapi waktu itu saya masih belum bisa kasih update karena memang belum main ke sana. Setelah menunggu, kesempatan pun datang dan saya akan share info yang saya tahu ya. Jika ada yang mau ditambahkan atau ditanya, boleh komen ya di kolom postingan di bawah ini. Skuy kita mulai!

 

2D at Sunway Geo

Nak pesan apa?

Pertama kali tahu 2D dari IG dan kelihatannya unik juga tempatnya. Langsung googling dan masuk daftar yang dikunjungi kalau main ke KL. Walaupun agak jauh, di daerah Sunway, tapi ngga apa- apa ya, sekalian jalan- jalan dan saya sendiri juga belum pernah ke Sunway Geo.

Travelogue Guesthouse Bukit Bintang – Kuala Lumpur



Baru sadar kalau ada hostel di area super strategis di Bukit Bintang dan terjangkau pula harganya. Saya direkomendasikan oleh teman kantor yang saat itu barengan nonton konser Yiruma di Genting. Karena mereka naik pesawat satu malam sebelumnya, mereka memutuskan untuk menginap di Travelogue ini dan saya akhirnya berkesempatan mencoba juga pada akhir Juni lalu.

Travelogue terletak di kawasan segitiga emasnya Kuala Lumpur, yaitu Bukit Bintang. Di sebelah Starbucks Bukit Bintang, sebuah tangga kecil menyempil. Saya sempat ragu saat melihat foto- foto di internet dan OTA. Di kawasan seperti ini dan dengan harga yang sangat ramah di kantong, mana mungkin bisa dapat hostel sebersih itu, pikir saya. Ternyata hostel ini benar- benar seperti yang tampak pada foto- foto yang diunggah.

Another Transit : Merchant’s Lane Kuala Lumpur


Menunggu bisa jadi mengasyikkan kalau ada kegiatan yang bisa dilakukan. Entah itu menulis, nonton, ataupun ngopi. Sembari menunggu anggota keluarga saya yang lain dari Singapura (berhubung tiket pesawat saat itu sedang mahal- mahalnya, saya memilih naik bus karena beda penerbangan sejak awal trip), saya berencana ngopi. Jemari ini pun dengan lincah mengetikkan ‘best coffee shop in Kuala Lumpur’. Ada banyak pilihan di area Bangsar, yang mana nggak terlalu jauh dari KL Sentral. Namun Merchant’s Lane di area pecinan ini tampaknya lebih menggoda.

Saya menumpang Rapid dan turun di Pasar Seni. Sekadar informasi, kini pembayaran di Rapid menggunakan kartu Touch’n Go. Saya ditolak naik ke dalam bus karena masih pakai uang tunai. Segeralah saya membeli kartunya di Nu Sentral. Member card Watson juga bisa digunakan sebagai alat pembayaran karena ada Touch’n Go-nya. Tinggal top up saja.

Mengisi Waktu Transit : Skybox KL Tower Yuk !

View menara kembar dari Skydeck

Setelah dapat tiket KUL-MLE dari maldiveshemat, saya langsung pesan tiket pesawat ke Kuala Lumpur. Nggak pakai lama karena takut harga tiket keburu naik. Tapi ya itu, risiko pesan jauh hari, rescheduled flight. Kalau sudah begitu, penumpang bebas pilih jam pulang yang baru. Saya pilih penerbangan malam saja biar bisa main ke kota secara kami tiba dari Male jam lima subuh.

Skydeck