Sisa siang kami di
Maladewa dihabiskan dengan mengunjungi Male, ibukota Maladewa. Pukul dua siang kami
bertolak dari Maafushi dengan speedboat
dari hotel. Selamat tinggal, Maafushi. Semua tas bawaan kami, kami tinggal di
hotel karena pihak hotel yang akan mengantarkannya langsung ke bandara.
Male panas juga.
Entah karena sudah jemuran dua hari ini atau memang lebih panas, saya mulai
cenat cenut. Tapi ditahan aja, eksplorasi hari terakhir nih! Di Male, kami
berkeliling kota dengan berjalan kaki. Berjalan melewati rumah presiden, rumah
dinas, dan juga Male’ Friday Mosque Complex, satu- satunya masjid yang dibangun
dari karang. Sambil bertukar cerita tentunya.

