Sebuah Jurnal

Showing posts with label Penang. Show all posts
Showing posts with label Penang. Show all posts

Kafka Coffee | Obrolan Sore Menuju Penerimaan


 

Subuh masih belum berakhir saat saya, Papa, dan Mama berangkat menuju bandara. Pukul setengah lima kami dijemput. Puji Tuhan penerbangan tidak delay walaupun tidak terlepas dari drama kecil yang penyebabnya dari kami sendiri. Sebuah pembelajaran baru. Sudah saya catat agar tidak lupa di perjalanan selanjutnya.


Taksi online membelah jalanan Penang – yang untungnya lagi – tidak macet. Setelah tiba di rumah sakit, kami memulai proses pemeriksaan Mama. Kali ini menunggu agak lama karena ada aktivitas CT Scan lutut Mama. Setelah menghabiskan siang di rumah sakit, pemeriksaan pun selesai. Dan hasilnya kurang menggembirakan. Angka infeksi meningkat dan spacer di lutut sudah mulai retak. Artinya, operasi kian dekat.

 

Rekomendasi Hotel di Penang: Hotel Neo+ Penang Yang Dekat Dengan Hin Bus Depot dan Pasaraya Gama

 


Bagi saya yang suka zoom in zoom out map, pemilihan hotel saja bisa makan waktu. Saat mengagendakan rencana main ke Hin Bus Depot yang sudah lama masuk dalam daftar saya, saya mulai mencari hotel sekitar sini, yang tentunya masih terjangkau kantong dan nyaman.

 

Sebenarnya cukup banyak pilihan hotel di area ini dengan range harga yang beragam. Setelah cap cip cup, akhirnya saya memilih Hotel Neo+ Penang. Hotel ini terletak persis di seberang Hin Bus Depot. Selain itu, ke Starbright Coffee, Pasaraya Gama, dan beberapa tempat lain juga dekat. Asik deh.

Day 1: Dari Kualanamu ke Penang


Halo semuanya! Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat ya. Amin. Saat saya ditanya mau ke mana dan jawabnya ke Penang, hampir semuanya bertanya balik apakah saya sakit dan hendak berobat ke dokter. Ironis memang. Penang itu memang surganya warga Indo, khususnya warga Medan, untuk berobat ke Penang.

 

Namun Penang nggak melulu tentang berobat kok. Ada tempat- tempat seru yang bisa dieksplorasi. Kondisinya tidak sehiruk pikuk ibukota Malaysia yang membuat saya senang kemari. Dan, bayar tiket bus masih bisa tunai. Ha ha. Kalau soal makanan sih, sudahlah ya, saya tidak bisa berkata banyak saking mulut ini dipenuhi makanan. Lebay? Enggak sih, teman- teman boleh coba kulineran kalau sedang berada di pulau ini.

Transportasi Selama di Penang

Sebagai salah satu kota dengan situs warisan budaya yang kental, Penang sudah dibekali dengan sistem transportasi yang memadai. Untuk pergi ke tempat- tempat yang baik itu touristy ataupun keliling kota, tersedia transportasi umum berupa bus nyaman dan ber-AC.

Untuk busnya sendiri ada dua tipe, satu Rapid (berbayar) dan satu lagi CAT (tidak berbayar alias free). Haltenya sendiri berada di satu area walau berbeda blok. Kalau saya sendiri lebih sering naik Rapid karena tempat tujuannya itu dilalui oleh Rapid.

Kadang kala, saat mengejar waktu, kami pesan Grab. Atau saat sedang ada promo untuk jarak dekat dan lebih hemat, kami juga pesan Grab. Jadi selama di Penang, fleksibel saja ya teman- teman.

Postingan ini nggak berisi tentang semua rute Rapid se-Penang ataupun kode promo Grab. He he. Gelembung hanya mau share yang kami coba waktu itu.

Hotel Kimberley Georgetown



Sampai juga di coba- coba hotel di Penang yang terakhir. Kimberley Hotel merupakan hotel ketiga yang kami coba sebelum balik ke Medan. Lokasinya ada di Jalan Sungai Ujong, berdekatan dengan Apollo Inn. Sengaja sebelum pulang pilih hotel di area Komtar biar nggak rempong pas mau ke bandara naik Rapid.

Travelodge Hotel Georgetown


Memilih penginapan terkadang menjadi salah satu kegiatan yang memakan waktu. Maunya kamarnya oke, lokasi strategis, banyak direkomendasikan orang, dan kalau bisa jangan kemahalan. Nah ini yang susah dicari. Banyak maunya. Ha ha.

Di Penang sendiri ada beberapa hotel di daeah Macalister yang cukup strategis – jika tujuan ke Penangnya bukan untuk keperluan medis. Salah satu yang kami coba adalah Travelodge Hotel. Bagi teman- teman yang sering ke Penang namun kurang familier, Travelodge ini sebelumnya bernama Glow Hotel.

The Habitat Penang Hill


Penang Hill selalu masuk dalam daftar yang harus dikunjungi bagi sebagian turis. Menikmati keindahan kota Penang dari ketinggian, menaiki Kereta Bukit Bendera yang selalu di-upgrade sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman ini, menjadi daya tarik tersendiri. Namun kami punya rencana lain setelah tiba di Bukit Bendera: The Habitat.

Area masuk
The Habitat termasuk spot baru yang ada di Bukit Bendera. Tiket masuk bisa dibeli langsung ataupun melalui aplikasi. Harga tiketnya sendiri ada dua jenis, tergantung jam masuknya. Untuk jam masuk sebelum jam enam sore (Standard Walk), pengunjung dikenakan tari RM50. Waktu itu kami beli dari Traveloka dapetnya di 120ribu-an. Jauh lebih murah dan tiketnya bisa digunakan langsung. FYI, setiap beli tiket dari aplikasi, pastikan untuk selalu cek ketentuan penggunaan tiket ya, karena setiap tiket yang berbeda tempatnya memiliki ketentuan yang berbeda. Ada yang tiketnya harus dicetak ataupun harus menunggu 1x24jam dulu baru bisa dipakai.

Apollo Inn - Georgetown, Penang


Apollo Inn merupakan hotel pertama dari tiga hotel yang akan kami coba. Jadi saya review Apollo dulu ya. Berlokasi di Jalan Sungai Ujong, hotel ini dekat dengan Komtar. Jalan kaki tiga menit sampai. Lokasinya juga tidak sulit ditemukan karena satu jalan dengan Kimberley Hotel yang bisa terlihat dari pintu masuk samping Prangin Mall.

Sudah sore sewaktu kami tiba di Apollo. Resepsionis yang ramah membantu kami menyelesaikan proses check in dengan cepat dan kami pun bisa segera masuk ke kamar. Ada lift jadi tidak perlu khawatir. Kami memesan kamar untuk tiga orang. Dapatnya di harga 400ribu-an waktu pesan. Tidak perlu khawatir jika kamu solo, ada dorm dengan harga mulai dari 150ribu-an.