Sebuah Jurnal

Showing posts with label coffee. Show all posts
Showing posts with label coffee. Show all posts

Misi Menyelamatkan Pundi: Kembali Ke Laman Blog Lama

 


In this economy…

In this economy…

Penggalan kalimat ini marak berseliweran. Saya awalnya mengira ini hanya sebatas tren di utas. Namun kini rasanya semakin nyata. Masa yang tengah kita hadapi kini, salah satunya inflasi yang cukup tinggi, membuat kita harus senantiasa cermat dan waspada dalam mengatur keuangan. Saya setahun belakangan ini sudah mulai berhemat dikarenakan memang sedang ada kebutuhan yang mengharuskan saya memotong anggaran di beberapa bagian. Pada tulisan kali ini, saya ingin sharing dan berbagi pengalaman, siapa tahu bermanfaat in this economy. Ha ha. Kan, memang cocok.

 

Anggaran pertama yang saya hilangkan adalah berhenti berlangganan aplikasi mendengar lagu dan sewa domain. Saya biasanya pakai Spotify family plan. Memang murah, per bulannya tidak sampai dua puluh ribu. Namun ditambah dengan beberapa anggota keluarga yang tidak membayar, lumayan juga. Jadi saya putuskan untuk membubarkan “keluarga” ini dan menggunakan fitur non-premium. Iklan? Tidak mengapa. Kebetulan saya juga sedang tidak boleh sering pakai airpods sehingga aplikasi lebih jarang saya buka.

Menikmati Kudapan Dan Kopi Di The Better Half | Outram – SG




Saat tiba di kedai kopi mungil yang berlokasi di pojokan sebuah HDB bernama Everton Park, saya masih mengenakan baju jalan pagi saya. Setelah membakar kalori dan berpanas ria di sepanjang Southern Ridge Trail, rasanya saya pantas menerima sedikit yang manis dan kudapan sore terdengar menarik. 

[CNX Coffee Story] Choojai Coffee @ Jing Jai Market

 

Jing Jai Market merupakan pasar modern nan estetik yang WAJIB kalian kunjungi saat berlibur ke Chiang Mai. Surga kerajinan tangan dan kopi ada di sini. Saat berkeliling, rasanya semua ingin dibeli. Tili membeli satu keramik bercorak kaktus sementara saya membeli satu gantungan kunci kura- kura setelah setengah mati menahan keinginan untuk berbelanja produk kerajinan tangan warga setempat.

 

Lagi- lagi Tili menjadi korban aktivitas mengopi saya. Ada satu penjual kopi yang ingin saya datangi. Namanya Choojai. Sudah masuk daftar saya sejak lama, dan rasanya sayang tidak singgah sebentar mumpung sudah sampai di sini.

 

[CNX Coffee Story] K Coffee @ Coconut Market

 



Saya tersenyum- senyum sendiri saat mengetik judul postingan ini. Banyak kejutan- kejutan, kebanyakan di antaranya manis, sehingga saya merasa harus menuangkannya ke dalam bagian khusus. Bagi pencinta kopi, pencinta kedai kopi tepatnya, Chiang Mai adalah kota yang tepat untuk ber-coffee shop hopping, mencicip kopi dan memenuhi galeri foto dengan latar yang Instagram-able. Setidaknya itu yang saya konsep dan rencanakan sebelum perjalanan ini dimulai.

 

Namun perjalanan ini sedikit mengubah perspektif saya. Kedai kopi kedai kopi estetik tidak lagi menjadi fokus. Tentu saja kalau lewat dan tertarik, saya pasti singgah. Namun ada tipe- tipe kedai kopi, selain kedai kopi estetik, yang jauh lebih menarik hati dan menyentuh. Ini menjadi pewarna manis dalam trip ke Chiang Mai kali ini. Sabar ya, akan saya usahakan konsisten untuk menceritakan dan membagikannya kepada kalian semua 😊

 

[KL] Kenny Hills Bakers TTDI

 

akan lebih menggiurkan jika dilihat dari dekat

Ide itu datang saat mata ini tengah terpaku pada rute yang terpampang di hadapan saya. Belum lama kereta bertolak dari Taman Mutiara. Saya akan turun di stasiun MRT Bukit Bintang. Namun saat melihat titik dengan huruf- huruf TTDI (Taman Tun Dr Ismail) di atasnya membuat saya berubah pikiran. Masih pagi dan saya masih punya cukup waktu untuk check out dari hostel tempat saya menginap.

 

Ada apa di TTDI sampai saya harus menempuh jarak dua puluhan kilometer untuk ke sini? Ada surga kecil Bernama Kenny Hills Bakers bagi para pencinta pastries dan kawan- kawannya. Dari stasiun MRT TTDI, teman- teman bisa berjalan kaki ke Kenny Hills. Jaraknya kurang lebih setengah kilometer. Setibanya di sana, tentu saja menggunakan bantuan peta, antrean sudah panjang.

 

Hidden Gem di Pasar Santa: Post Book, Kawaki Roastery, dan Sate Padang Ajo Ramon



Sedikit interupsi di tengah postingan perjalanan saya ke Malang dan sekitarnya, saya hampir lupa untuk membagikan keseruan di Pasar Santa sebelum saya pulang dari Jakarta. Sebelumnya sudah saya kepoin dulu pasar yang satu ini. Mohon maaf karena saya bukan tipe yang bisa mendadak ke mana-mana – atau saya akan terserang panik jika belum tahu mau ngapain kalau sudah datang ke suatu tempat.

#DiRumahAja Yuk! Bikin Dalgona Coffee yang Tengah Viral



Maraknya pandemi Covid19 membuat kita semua tidak bisa berpergian, nongkrong, ngumpul- ngumpul langsung di luar. Otomatis ruang gerak menjadi lebih terbatas, hanya di rumah dan kantor. Bersyukur bagi yang sudah WFH ya. Yang masih ngantor, tetap semangat karena bisa pulang cepat. He he.

Konten Instagram dan Youtube belakangan banyak diisi dengan postingan yang memotivasi agar tetap produktif kala kita berada di rumah. Salah satu yang viral adalah si Dalgona Coffee ini. Kopi modifikasi dari jajanan gula- gula negeri ginseng ini mudah dibuat dan rasanya juga cocok di lidah.

Di postingan ini, saya share dulu ya foto- fotonya sembari menunggu video lengkapnya yang akan saya rekam dan upload di Youtube. Saya share dulu video singkat yang saya simpan dari highlight Instastory yang berjudul kafein ii di akun @gelembungcerita.
Bahan dan alat yang diperlukan cukup sederhana, bisa didapatkan di dapur dan supermarket terdekat.