Sebuah Jurnal

Showing posts with label transportation. Show all posts
Showing posts with label transportation. Show all posts

Chiang Mai, Finally!

 


Januari menyapa. Saya berusaha untuk tetap tenang namun kecemasan ini kerap menghampiri. Berlebihan? Begitulah. Namun ini salah satu trip impian saya. Trip yang pernah batal. Trip yang sudah pernah membuat saya patah hati bahkan sebelum saya memulai. Pada persiapan kali ini, saya hanya bisa berdoa semoga semua dilancarkan. Dan puji Tuhan semua dilancarkan.

 

Saya tidak sendirian pada perjalanan kali ini. Berdua dengan Tili, kami mulai mencari tiket (promo), menyusun agenda perjalanan, dan mengatur segala keperluan keberangkatan. Tiket pesawat kami sudah terbeli hampir setahun sebelum keberangkatan. Masih segar dalam ingatan, waktu itu BCA akan berulang tahun dan memang dasar rejekinya, ada promo cetar di ulang tahun BCA yang ke-66 waktu itu di aplikasi tiket.com: belanja dua juta rupiah dan cashback poin tiket.com sebesar 660.000 rupiah. Lumayan buat nambah beli bagasi pulang nanti ha ha.

 

Jalan- Jalan ke Kuala Lumpur Setelah Pandemi


Kaki ini kembali menjejak negeri jiran terdekat setelah dua tahun absen karena pandemi. Senang sekali karena aktivitas pariwisata dan perekonomian perlahan kembali aktif. Pada kesempatan kali ini, saya akan mengajak teman- teman untuk virtual trip singkat melalui postingan blog dan beberapa video yang akan diunggah ke Youtube Gelembung Cerita

 

Sebelumnya sudah banyak juga yang ngetrip ke Kuala Lumpur dan menanyakan ke saya. Tapi waktu itu saya masih belum bisa kasih update karena memang belum main ke sana. Setelah menunggu, kesempatan pun datang dan saya akan share info yang saya tahu ya. Jika ada yang mau ditambahkan atau ditanya, boleh komen ya di kolom postingan di bawah ini. Skuy kita mulai!

 

Terbius Pesona Bromo



Bromo menjadi awal terwujudnya perjalanan ke Malang ini. Dimulai dari kalimat- kalimat, seperti “Bromo bagus ya katanya,” “Aku belum pernah ke Bromo nih” dan akhirnya hari ke Bromo pun tiba.


Kami memilih private trip agar lebih bebas. Tak lupa kami menyertakan fotografer agar nggak repot- repot dengan urusan foto- foto. Penantian panjang itu akhirnya tiba. Malamnya kami bersiap di hotel menunggu dijemput pas tengah malam.

 

[Warna] Songthaew- Songthaew di Pattaya


Songthaew merupakan transportasi yang ada di Pattaya. Modifikasi dari mobil pick up.

Mungkin akan lebih tepat judulnya kalau Abang- Abang Songthaew di Pattaya ataupun Driver Songthaew di Pattaya. Tapi biarlah saja tetap begitu judulnya. Biarlah cerita- cerita tentang songthaew ini menjadi salah satu kenangan yang tetap memotivasi kita untuk yakin bahwa masih ada kebaikan di belahan bumi manapun itu.

Sebelum berangkat ke Bangkok, saya mengatakan kepada teman- teman saya bahwa di Pattaya ada moda transportasi berupa songthaew yang lebih murah dari Grab. Hanya saja untuk perkiraan budget, kami hitung dengan aplikasi Grab secara kami tidak menyewa mobil karena beberapa jasa penyewaan mobil dipaket dari Bangkok, tidak ketemu yang hanya di Pattaya saja. Pahit- pahit ya karena Grab di sini memang mahal dan rutenya jauh- jauh, ucap saya waktu itu.

Ternyata kami cukup beruntung karena selama perjalanan di Pattaya hanya sekali kami memesan Grab. Selebihnya naik songthaew. Dari sinilah cerita- cerita songthaew bergulir.

[Transportasi] Don Mueang – Chatuchak – Pattaya Naik Bus



Sawadee ka! Berkesempatan juga mengunjungi ibukota negeri gajah putih ini setelah beberapa bulan lalu mengunjungi Songkhla. Trip kali ini cukup singkat namun memiliki cerita sendiri. Ke Pattaya juga bisa dibilang 50:50, antara jadi atau engga dan terakhir jadi juga. He he.

Saya duluan mendarat di bandara Don Mueang karena naik penerbangan pertama dari Kuala Lumpur sementara teman- teman saya baru akan tiba beberapa jam lagi dengan penerbangan dari Medan. Setelah titip ransel, keliling bandara dulu sambil cari di mana letak bus stop menuju Chatuchak.

Jadwal keberangkatan bus A1-A2

Transportasi Selama di Penang

Sebagai salah satu kota dengan situs warisan budaya yang kental, Penang sudah dibekali dengan sistem transportasi yang memadai. Untuk pergi ke tempat- tempat yang baik itu touristy ataupun keliling kota, tersedia transportasi umum berupa bus nyaman dan ber-AC.

Untuk busnya sendiri ada dua tipe, satu Rapid (berbayar) dan satu lagi CAT (tidak berbayar alias free). Haltenya sendiri berada di satu area walau berbeda blok. Kalau saya sendiri lebih sering naik Rapid karena tempat tujuannya itu dilalui oleh Rapid.

Kadang kala, saat mengejar waktu, kami pesan Grab. Atau saat sedang ada promo untuk jarak dekat dan lebih hemat, kami juga pesan Grab. Jadi selama di Penang, fleksibel saja ya teman- teman.

Postingan ini nggak berisi tentang semua rute Rapid se-Penang ataupun kode promo Grab. He he. Gelembung hanya mau share yang kami coba waktu itu.

The Habitat Penang Hill


Penang Hill selalu masuk dalam daftar yang harus dikunjungi bagi sebagian turis. Menikmati keindahan kota Penang dari ketinggian, menaiki Kereta Bukit Bendera yang selalu di-upgrade sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman ini, menjadi daya tarik tersendiri. Namun kami punya rencana lain setelah tiba di Bukit Bendera: The Habitat.

Area masuk
The Habitat termasuk spot baru yang ada di Bukit Bendera. Tiket masuk bisa dibeli langsung ataupun melalui aplikasi. Harga tiketnya sendiri ada dua jenis, tergantung jam masuknya. Untuk jam masuk sebelum jam enam sore (Standard Walk), pengunjung dikenakan tari RM50. Waktu itu kami beli dari Traveloka dapetnya di 120ribu-an. Jauh lebih murah dan tiketnya bisa digunakan langsung. FYI, setiap beli tiket dari aplikasi, pastikan untuk selalu cek ketentuan penggunaan tiket ya, karena setiap tiket yang berbeda tempatnya memiliki ketentuan yang berbeda. Ada yang tiketnya harus dicetak ataupun harus menunggu 1x24jam dulu baru bisa dipakai.

Super Recommended Tuktuk Rental: P Boon – Service from Heart

Jalan ke satu tempat yang berbeda bahasa dan tidak ada transportasi umumnya menjadi salah satu kendala yang sering dihadapi oleh para traveller. Nggak ketemu moda transportasi yang pas, akhirnya pos pengeluaran membengkak di bagian transportasi.

Di Hat Yai sendiri belum terlihat adanya bus umum. Baik warga ataupun turis masih banyak menggunakan jasa Tuktuk sebagai transportasi mereka sehari- hari. Dengar dari pengalaman, katanya bisa dapat harga mahal kalau nggak jago nawar. Lalu mulailah saya mencari tahu dan ketemu beberapa postingan yang merekomendasi P Boon.