Sebuah Jurnal

Tune Talk The Red Pack Traveller SIM Card

Tune Store

Kebayang nggak sih kalau traveling ke beberapa negara trus harus ganti kartu SIM-nya? Ribet ih. Sebelum berangkat ke Kuala Lumpur, saya nemu kartu untuk roaming 16 negara yang disediakan oleh Tune Talk. Belinya dari aplikasi Klook – super membantu untuk teman- teman yang hendak traveling dan butuh ini itu, seperti kartu SIM ini, misalnya.

[KLIA2] Transit Anti Pegal : Capsule Transit @KLIA2

CapsuleTransit @ KLIA2 Level 1


Kalau biasanya ngemper sambil nunggu penerbangan selanjutnya tapi punggung atau leher jadi pegal, kali ini saya mencoba memberikan tubuh saya sedikit perhatian dengan menginap di kapsul. Karena penerbangan ke Bangkok itu pukul 6.35 dari Kuala Lumpur dan saya naik pesawat pukul 15.15 dari Medan ke Kuala Lumpur (karena awalnya nggak berencana ke Bangkok) sehari sebelumnya, jadi daripada saya nginap di KL dan harus subuh- subuh ke bandara, saya memilih untuk menginap di bandara saja.

Island Hopping di Langkawi

  

Punya waktu terbatas di Langkawi? Island hopping bisa jadi pilihan. Berdurasi empat jam, paket ini membawa wisatawan berkeliling ke tiga pulau yang ada di Langkawi, yaitu Pulau Dayang Bunting, Pulau Singa Besar, dan Pulau Beras Basah. Paket ini saya dan Mama pesan saat main ke Cenang sehabis dari Langkawi Skybridge. Cocok untuk kami karena penerbangan kami sore hari. Ambil yang jam 9 pagi dan trip selesai pukul 1 siang.

Karena kami memesan paket island hopping, transportasi tidak disediakan. Jadi setelah kami check out di pagi harinya, kami langsung berangkat ke HBS Evergreen untuk menitipkan bagasi dan ikut island hopping ini. Aman kok teman- teman :)

Langkawi SkyBridge – The Longest Free Span and Curved Bridge in The World

Skybridge dan SkyDome yang terlihat kecil
Serunya naik SkyCab: bisa lihat view laut yang biru~~

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi kalau main ke Langkawi adalah SkyBridge-nya yang tersohor itu.  Cuacanya cerah sekali sehingga kami bisa menikmati keindahan permata Kedah ini dengan sempurna. Suasana cukup ramai namun tidak mengantre panjang. Satu- satunya antrean yang panjang hanyalah antrean SkyGlide karena hanya ada satu unit.

Untuk sampai ke Skybridge, teman- teman wajib menumpang SkyCab. Harga tiketnya RM55.00 per orang, sudah termasuk SkyCab PP, SkyDome, SkyRex (yang kami lewatkan karena kurang tertarik dengan dinosaurus), dan 3D Art Museum Langkawi.

Setiap SkyCab berhenti, teman-  teman bisa turun dulu untuk menikmati pemandangan alam di SkyDome. Setelah puas, bisa menunggu SkyCab selanjutnya.

Sepotong Senja di Kuah

Maskot Langkawi

Saat mengetahui bahwa cuti di-approved, saya mulai googling tempat mana lagi yang bisa dikunjungi kalau sedang berada di Penang. Langkawi menjadi pilihan. Saat itu pas lagi ada promo dari si merah, per orangnya hanya RM19.00 sekali jalan. Tanya ke Mama dan beliau oke- oke saja mau jalan ke Penang. Cus..! Klik klik bayar…

Hari yang ditunggu- tunggu pun tiba. Kami naik pesawat ke Langkawi. Durasinya hanya 35 menit karena Langkawi dekat sekali dengan Penang. Alternatif utama adalah dengan naik feri, namun lebih mahal. Waktu saya cek, sekitaran RM75.00 per orang. Jadinya kami naik pesawat saja karena murah banyak.

Kami naik pesawat sore dan setibanya di rumah sewaan (awalnya kami mengira hanya disewakan kamarnya saja, ternyata satu rumah itu hanya saya dan Mama penghuninya), kami meletakkan koper, mandi, lalu memesan Grab menuju Dataran Lang.

Cangkir- Cangkir Flat White di Pilastro Sudirman



Kopi kini tidak hanya sekadar dinikmati para pencintanya namun juga telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup. Selalu ada kafein di siang hari ataupun di sela- sela pekerjaan yang menumpuk di kantor. Atau nongkrong di kedai kopi yang kini semakin modern. Aktivitas di balik mesin espresso semakin padat.

Saya adalah tipe yang suka duduk di kedai kopi. Entah itu ngopi ataupun menyulam cerita dengan kibor dan tab mini saya. Awal kenalan dengan kedai kopi ini saat dilanda kegalauan proposal tesis yang tengah direvisi. Waktu itu teman saya mengajak berdiskusi di Pilastro Sudirman.

Transportasi Selama di Penang

Sebagai salah satu kota dengan situs warisan budaya yang kental, Penang sudah dibekali dengan sistem transportasi yang memadai. Untuk pergi ke tempat- tempat yang baik itu touristy ataupun keliling kota, tersedia transportasi umum berupa bus nyaman dan ber-AC.

Untuk busnya sendiri ada dua tipe, satu Rapid (berbayar) dan satu lagi CAT (tidak berbayar alias free). Haltenya sendiri berada di satu area walau berbeda blok. Kalau saya sendiri lebih sering naik Rapid karena tempat tujuannya itu dilalui oleh Rapid.

Kadang kala, saat mengejar waktu, kami pesan Grab. Atau saat sedang ada promo untuk jarak dekat dan lebih hemat, kami juga pesan Grab. Jadi selama di Penang, fleksibel saja ya teman- teman.

Postingan ini nggak berisi tentang semua rute Rapid se-Penang ataupun kode promo Grab. He he. Gelembung hanya mau share yang kami coba waktu itu.