Sebuah Jurnal

Kajoetangan dan Kopi Lek Lan





 

Pegal ini masih nyata terasa. Untuk jalan saja harus dipaksakan sakitnya. Memang kelihatan sekali anak kantoran yang satu ini selain jarang berolahraga, juga sudah terlalu lama tidak berpergian. Seharusnya saya lebih banyak melenturkan otot, minimal di akhir pekan saat sedang tidak ngantor. Tapi realitanya, kasur selalu menang. Oke, kembali ke cerita.

 

Hari 2- Eksplorasi Tumpak Sewu



Pagi itu langit seakan turut mendukung kami untuk melakukan aktivitas alam. Ya, hari ini kami akan mengunjungi salah satu air terjun ter-hits se-Malang Raya. Katanya kalau ke Malang wajib main ke Tumpak Sewu yang berlokasi di Lumajang. Oleh karena itu, saat perjalanan ini disusun, kami menyelipkan agenda ke Tumpak Sewu setelah konsultasi ke operator tur.

 

J E D A


[MALANG] Depot Hok Lay

 

Selamat Datang di Depot Hok Lay

Sedikit cerita menyebalkan di awal perjumpaan dengan Hok Lay. Kami tiba lewat pukul dua siang saat itu. Papan yang tergantung di pintu menunjukkan bahwa depot yang banyak direkomendasikan itu tutup. Yah, masa jauh- jauh datang pas banget tutup. Saya pun berjalan masuk ke depot. Kebetulan pintu tidak tertutup sepenuhnya.

[MALANG] Kopituju

Definisi bahagia


Salah satu kebiasaan yang masih sulit dihilangkan dan tampaknya akan melekat terus adalah kepo sebelum ngetrip. Jiwa Virgo ini menuntut untuk selalu menyiapkan rencana perjalanan atau saya akan terkena serangan panik sesampainya di tujuan jika belum tahu mau ke mana. Kopituju menjadi salah satu coffee shop yang saya pesankan kepada teman- teman trip: harus ke sini pokoknya.

 

[MALANG] WHIZ PRIME HOTEL




Kami tiba di Whiz Prime Hotel sebelum jam check in. Kamar yang kami pesan belum ready sehingga akhirnya kami memutuskan untuk menginap di kamar yang berbeda dengan yang kami pesan karena kamar itu ready  duluan.

 

Kami menginap di kamar Superior Twin, seharusnya Superior Double. Kamar hotelnya nyaman. Whiz tidak membatasi jumlah tamu dalam satu kamar. Namun menurut saya pribadi, kamar ini paling ideal untuk dua orang, tidak lebih, karena kamarnya bukan tipe kamar yang spacious.

 

HARI 1: TIBA DI MALANG

 

Mendarat dengan aman di bandara Abdul Rachman Saleh

Kala itu pukul dua dini hari dan mata saya sudah tidak dapat terpejam. Sayup- sayup terdengar suara di dapur. Pasti Mama tengah menyiapkan sarapan untuk kami. Kami menikmati mi instan dalam gelas yang sudah diseduh kemudian bersiap- siap sebelum Papa dan Mama mengantar kami ke bandara.

 

Pukul empat lebih sedikit kami sudah tiba di bandara dan cukup terkejut karena sudah ramai oleh penumpang- penumpang pesawat. Konter check in salah satu maskapai bahkan penuh antrean. Beruntung kami lebih cepat karena konter maskapai kami masih lowong.