Sebuah Jurnal

Perjalanan Menuju Changi International Airport |SG 2025


Singapura menjadi negara pertama yang saya kunjungi di tahun 2025. Saya tidak bisa lebih bersyukur atas berkat Tuhan dan kesempatan yang masih diberikan kepada saya untuk bisa menikmati pengalaman ini.

 

Awalnya tidak ada agenda khusus untuk balik lagi ke Singapura, hanya setiap hendak pulang dari Singapura, hati kecil ini selalu berbisik: nanti balik lagi ya. Banyak teman- teman dan netizen yang bilang mahal, ngapain balik. Namun bagi saya Singapura tidak selalu tentang mahal dan mewah. Banyak cara untuk menikmati negeri kecil ini tanpa harus menguras kocek yang terlalu dalam.

 

Sebagai warga Medan, saya sangat senang saat mendengar berita bahwa Jetstar akan kembali terbang dari Kualanamu menuju ke Singapura. Selain karena harganya yang terjangkau, pengalaman sebelumnya menumpang maskapai asal negeri kangguru ini lancar-lancar saja. Tiket seharga 450 ribu ditawarkan untuk berangkat ke Singapura. Dengan biaya proses 50 ribu, saya pun mengantongi tiket pergi ke negeri singa.

 

Kembali Mencoba

 


Kembali. Rasanya entah sudah berapa kali saya menggoreskan kata ini. Satu kata sederhana namun untuk  menjalaninya ternyata cukup menantang. Begitu tercetus keinginan kembali, sacara harfiah kembali namun konsistensinya dipertanyakan. Oleh karena itu, izinkan saya untuk memulai kembali. Kali ini saya mencoba. Semoga berhasil 😊

 

2024 menjadi tahun yang indah namun memberikan cukup banyak tantangan sejak memasuki pertengahan tahun. Hampir setiap kuartal ada perjalanan dan saya sangat bersyukur untuk itu. Bermula dari semangat solo trip dan jodohnya trip bareng sahabat, sebagian trip Bersama keluarga. Menyenangkan sekali!

 

Di sepanjang perjalanan 2024 lalu, saya banyak menerima berkat dan kebaikan dari setiap kota yang saya kunjungi. Saya tidak bisa lebih bersyukur dari itu. Orang baik di luar masih ada. Hati saya tentu saja menjadi hangat dan saya tidak sabar untuk melakukan perjalanan lagi.

 

Memasuki pertengahan 2024 menjadi agak menantang. Mama menjalani operasi ganti lutut total (total knee replacement). Awalnya kami positif karena operasi ini termasuk umum dan banyak teman- teman beliau yang berhasil dalam menjalani operasi dan rehabilitasi. Namun tidak dengan Mama. Beliau mengalami kendala selama masa rehabilitasi. Perjalanan ini akan menjadi lebih panjang. Hingga saya menulis ini, sudah tujuh bulan sejak operasi berlalu.

 

Kami mencoba segala opsi dan hingga kini lutut baru Mama masih belum mendapat rentang gerak yang diharapkan karena terlanjut ada fibrosis di lututnya. Tidak banyak opsi lanjutan yang ditawarkan oleh dokter selain revisi atau hidup dengan lutut yang tidak bisa ditekuk. Dokter lain menyarankan untuk tetap mencoba fisioterapi dan opsi ini yang tengah kami jalani.

 

Tidak hanya sakit namun bengkak dan gejala lain yang sebelumnya tidak pernah tampak mulai muncul. Dokter masih harus mengamati dan belum tahu pasti penanganannya. Kami hanya bisa terus berlatih dan berdoa semoga lutut baru ini bisa bekerja sama dan diterima dengan baik di kaki Mama. Doakan ya!

 

Cukup lama juga saya vakum dari kegiatan luar rumah dan aktivitas berpergian. Di awal 2025 ini beruntung saya sudah bisa memulai kembali. Satu trip sudah rampung di awal tahun ini. Saya sudah tidak sabar untuk membagikan cerita ini kepada kalian. Sampai jumpa di lembaran berikutnya.

[CNX Coffee Story] Choojai Coffee @ Jing Jai Market

 

Jing Jai Market merupakan pasar modern nan estetik yang WAJIB kalian kunjungi saat berlibur ke Chiang Mai. Surga kerajinan tangan dan kopi ada di sini. Saat berkeliling, rasanya semua ingin dibeli. Tili membeli satu keramik bercorak kaktus sementara saya membeli satu gantungan kunci kura- kura setelah setengah mati menahan keinginan untuk berbelanja produk kerajinan tangan warga setempat.

 

Lagi- lagi Tili menjadi korban aktivitas mengopi saya. Ada satu penjual kopi yang ingin saya datangi. Namanya Choojai. Sudah masuk daftar saya sejak lama, dan rasanya sayang tidak singgah sebentar mumpung sudah sampai di sini.

 

[CNX Coffee Story] K Coffee @ Coconut Market

 



Saya tersenyum- senyum sendiri saat mengetik judul postingan ini. Banyak kejutan- kejutan, kebanyakan di antaranya manis, sehingga saya merasa harus menuangkannya ke dalam bagian khusus. Bagi pencinta kopi, pencinta kedai kopi tepatnya, Chiang Mai adalah kota yang tepat untuk ber-coffee shop hopping, mencicip kopi dan memenuhi galeri foto dengan latar yang Instagram-able. Setidaknya itu yang saya konsep dan rencanakan sebelum perjalanan ini dimulai.

 

Namun perjalanan ini sedikit mengubah perspektif saya. Kedai kopi kedai kopi estetik tidak lagi menjadi fokus. Tentu saja kalau lewat dan tertarik, saya pasti singgah. Namun ada tipe- tipe kedai kopi, selain kedai kopi estetik, yang jauh lebih menarik hati dan menyentuh. Ini menjadi pewarna manis dalam trip ke Chiang Mai kali ini. Sabar ya, akan saya usahakan konsisten untuk menceritakan dan membagikannya kepada kalian semua 😊

 

Loyy Hotel Chiang Mai: Ekonomis Nan Estetik


 

Kami tiba dengan menumpang Songthaew, transportasi umum di Chiang Mai, di Loyy Hotel. Hotel yang berlokasi di sekitar Tha Phae Gate ini sudah saya dan Tili reservasi jauh hari sebelumnya. Mohon maaf sebelumnya karena dokumentasi dalam bentuk foto tidaklah banyak, untuk visual yang lebih lengkap bisa ditonton di sini ya.

Chiang Mai, Finally!

 


Januari menyapa. Saya berusaha untuk tetap tenang namun kecemasan ini kerap menghampiri. Berlebihan? Begitulah. Namun ini salah satu trip impian saya. Trip yang pernah batal. Trip yang sudah pernah membuat saya patah hati bahkan sebelum saya memulai. Pada persiapan kali ini, saya hanya bisa berdoa semoga semua dilancarkan. Dan puji Tuhan semua dilancarkan.

 

Saya tidak sendirian pada perjalanan kali ini. Berdua dengan Tili, kami mulai mencari tiket (promo), menyusun agenda perjalanan, dan mengatur segala keperluan keberangkatan. Tiket pesawat kami sudah terbeli hampir setahun sebelum keberangkatan. Masih segar dalam ingatan, waktu itu BCA akan berulang tahun dan memang dasar rejekinya, ada promo cetar di ulang tahun BCA yang ke-66 waktu itu di aplikasi tiket.com: belanja dua juta rupiah dan cashback poin tiket.com sebesar 660.000 rupiah. Lumayan buat nambah beli bagasi pulang nanti ha ha.

 

Postingan di 2024

 

April sudah bersiap untuk menyapa saat saya mengetik postingan ini dan saya baru tersadar bahwa saya belum memposting apapun sejak tahun 2024, even sekadar mengucapkan selamat tahun baru. Siang tadi saya menyelesaikan bacaan saya yang berjudul Steal Like an Artist karya Austin Kleon. Dan tentunya karena buku ini jugalah saya jadi termotivasi untuk kembali menulis. Asyik, kan 😊 Makasih Bang Austin ©

 

Tiga bulan di 2024 ini saya lalui dengan penuh sukacita, maksudnya dengan lebih banyak sukacita ketimbang patah hati. Saya menemukan banyak hal baru melalui perjalanan- perjalanan saya. Seperti tahun sebelumnya, jatah cuti saya dihabiskan di awal hingga pertengahan tahun. Hingga postingan ini ditulis, saya sudah menghabiskan jatah cuti saya selama setahun lebih. Untungnya saya rajin menabung cuti di tahun- tahun sebelumnya sehingga saya masih mempunyai jatah cuti tahun ini yang masih tersisa, dan akan saya habiskan untuk trip keluarga di pertengahan tahun nanti.

 

Well, saya tidak bisa mendeskripsikan betapa beruntungnya saya selain rasa syukur kepada Tuhan atas kesempatan yang masih diberikan kepada saya untuk melihat dunia luar dan juga tentunya kepada keluarga dan rekan- rekan yang selalu mendukung saya. Oke, sebelum menjadi kata pengantar tesis, saya akhiri saja ya.

 

Kembali saya akan mencoba untuk konsisten menulis. Semoga saja ya walau tidak banyak yang bisa diharapkan. Di samping karena video di kanal Youtube saya yang belum juga rampung, malas dan mager menjadi faktor penyumbang tulisan di blog saya ini tidak terjamah. Akhir kata, sebelum menutup postingan sapaan ini, izinkan saya untuk menggalau terlebih dahulu hendak menuliskan catatan perjalanan saya dari mana. Ha ha. Jumpa di postingan selanjutnya ya!