Sebuah Jurnal

C= Cozy = Chatswood


Sudah dari akhir 2015 saya mendengar bahwa ada kedai kopi baru bernama Chatswood Coffee. Dekat rumah tapi baru lusa kemarin ke sana. Sebelumnya mau ke Chatswood tapi tidak jadi melulu. Chatswood Coffee terletak di Ruko YangLim Plaza No.  15B.

Sabtu (18/6) lalu saya bersama Mama masuk ke kedai kopi ini. Waktu itu sudah sore dan tidak terlalu ramai. Jadi kami duduk di bawah. Untuk pemesanan kopi, seperti beberapa kedai kopi lainnya, pengunjung langsung melihat menu dan memesan di kasir. Kopi yang ditawarkan ada beberapa macam, mulai dari black coffee, white coffee, hingga non coffee.

Caramel Macchiato
Saya memesan Caramel Macchiato. Setelah pesan, baru tahu kalau sedang ada promo Beli 1 Gratis 1. Bagi pecinta diskonan – apalagi gratisan – seperti saya, hal ini tidak boleh dilewatkan. Saya pun berencana untuk datang kembali dan mencoba menu kopi yang lain.

Yang paling saya suka di sini bukan kopinya, tetapi suasananya. Cozy. Sangat cocok menulis di sana, apalagi  kalau ide lagi berseliweran. Cocok juga untuk tempat nongkrong. Pencahayaannya pas. Kalau siang- siang ke sana, saya kurang tahu ya. He he..

Order langsung ke kasir


Awalnya mengira pemilik kedai ini menyukai Australia, ternyata setelah googling, Chatswood merupakan salah satu daerah di pinggiran kota (suburb) di New South Wales ^^

Besoknya saya kembali ke sana  dengan membawa serta anggota keluarga saya. Kali ini di lantai atas karena lantai bawah penuh. Lantai atas bahkan lebih nyaman karena suasananya lebih temaram. Tsaahh..

Long Weekend : Melaka, I’m Coming ^^ (Bahagian Satu)

Sebagai trainee yang belum memiliki jatah cuti, long weekend ini merupakan waktu yang cocok banget untuk berlibur. Yeeeiiiii ^^

Untuk liburan kali ini, kami – saya dan Mama – memilih Melaka. Bukan hanya liburan saja sih, sambilan menemani Mama berobat ke sin she. Bagi saya yang belum pernah ke Melaka, tentu saja saya sangat tertarik dan bersemangat. Setelah tiket berada di tangan, langsung browsing tempat wisata dan kuliner yang direkomendasikan.

Kami berangkat 5 6 Mei 2016 setelah pesawat delayed selama hampir 4 jam. Agenda kami pun molor. Tiket yang kami beli tidak langsung jurusan Melaka karena tidak ada rutenya. Jadi kami mendarat di KLIA2 dulu. Rencananya kami akan naik bus jadwal terakhir, yaitu pukul satu dini hari. Tapi karena penerbangan ditunda, sesampainya di bandara saja sudah pukul dua lewat, jadi sudah tidak ada bus lagi. Bus paling awal baru akan berangkat pada pukul 06:30 tujuan Melaka Sentral. Kami tidak turun di Melaka Sentral, melainkan di Mahkota Medical Centre (MMC). Bus paling awal jadwalnya pukul 07:30. Jadilah kami membeli tiket pukul 07:30.

Agak lega karena tiket sudah di tangan, kami mencoba beristirahat. Melihat banyaknya penumpang yang tertidur pulas di kursi yang agak melengkung bentuknya membuat saya dan Mama ikutan mencoba. Ternyata gagal total. Mungkin karena tidak terbiasa kali ya. Karena tidak menemukan posisi yang nyaman, tidur juga hanya bisa tidur- tidur ayam, sekitar pukul lima kami memutuskan untuk naik ke lantai 3, duduk dan menikmati minuman cokelat hangat di Seven Eleven.


Sevel – Seven Eleven –  di KLIA2 cukup bersih. Tak lama penumpang mulai berdatangan ke minimarket itu. Saya memutuskan untuk mencari tempat nongkrong lain. Pilihan jatuh pada Mc Café yang berhasil bikin Mama  terlelap begitu duduk di sofanya.

Penantian bus terasa lama. Untuk tujuan Melaka, kami memilih Starmart. Satu tiket harganya RM 25.00 sekali jalan. Pukul 07:15 waktu setempat, bus sudah terparkir dengan manis di peronnya. Seneng banget ya, akhirnya bisa istirahat juga.
Bus Starmart Express, Peron A1

Biasa Pakai Formulir 1770 S dan 1770 SS? Yuk, Lapor Online !

Halo ^^
Kembali update lagi. Kali ini bagi info tentang cara lapor SPT online. Awalnya saya mengira ini bakalan ribet. Ternyata enggak. Ke kantor pajaknya juga hanya sekali, yaitu saat daftar E-FIN. Jadi untuk teman- teman yang biasa melapor SPT Tahunan dan antre panjang, apalagi menjelang akhir Maret, antrean pasti membludak ya.

Sebagai solusi, teman- teman bisa melapor secara online. Praktis, tanpa antre, dan bisa dilakukan kapan saja saat senggang. Lalu, apa saja yang diperlukan agar teman- teman bisa mendapatkan E-FIN? Teman- teman hanya perlu membawa pulpen (untuk isi form), fotokopi KTP, dan fotokopi NPWP.

Formulir Aktivasi E-FIN

Setelah mengisi Formulir Aktivasi EFIN, teman- teman tinggal menyerahkan langsung ke bagian loket yang menangani E-FIN. Saat saya mendaftar tidak terlalu ramai jadi bisa cepat. Mbaknya kemudian memanggil saya dan menyerahkan selembar kertas untuk ditandatangan kemudian bagian yang berisi E-FIN diberikan kepada saya.

Langkah selanjutnya adalah mendaftar di laman DJP online dulu. Ini alamatnya :


Untuk pertama kali, daftar dulu ya :)
Teman- teman akan diminta untuk mengisi NPWP, EFIN (isikan dengan nomor yang diberikan oleh petugas), dan kode sekuriti seperti ini :

Setelah pendaftaran berhasil, kita akan dikirimkan email  untuk memverifikasi. Periksa dan pastikan dulu data yang ditampilkan sudah benar sebelum mengaktifkan akun kita. Lalu klik logo E-filing.
Klik Buat SPT yang ada di bagian kanan.

Akan muncul beberapa pertanyaan yang harus dijawab. Kemudian akan muncul kotak merah yang bertuliskan SPT 1770 SS. Klik kotak itu.
SPT 1770 SS siap diisi.
Sebelum dikirim, kita wajib mengklik 'di sini' (yang di-highlight merah.) untuk mengambil kode verifikasi. Kita akan menerima kode verifikasi langsung (bisa dari nomor ponsel ataupun melalui email). Isi sesuai dengan kode yang diterima dan SPT Tahunan siap dikirim.


Nggak ribet, kan? Malah jauh lebih mudah karena bisa kita lakukan di rumah atau pun di kantor. Itu saja informasi yang bisa saya bagi. Semoga membantu :)

Kota Tua : Wisata, Budaya, dan Penyegaran

Sebelum memulai kelas pendidikan, saya dan teman saya menghabiskan waktu dengan berjalan- jalan di Jakarta. Agenda hari ini adalah pergi ke Kota Tua (atau disebut juga Oud Batavia). Sebelumnya, saya hanya pernah mendengar dan melihat di televisi. Akhirnya hari ini berkesempatan mengunjungi Kota Tua juga. Asyiikk ^^

Transportasi
Maka saya mulai googling seputar transportasi menuju ke Kota Tua. Banyak ya alternatif transportasi menuju Kota Tua. Bisa naik busway, angkot, taksi, dan sebagainya. Kami memilih naik busway untuk menghemat biaya. Dengan modal Rp 3.500,- sudah bisa sampai di Kota Tua. Kalau teman- teman ragu atau tidak tahu rute yang pas, bisa juga bertanya kepada petugas yang sedang berjaga. Petugasnya ramah dan teman- teman pasti dikasih tahu harus naik bus jurusan mana.

Karena kami tinggal di daerah Slipi, kami menunggu bus dari halte Slipi Kemanggisan. Waktu itu sudah siang, sekitar jam sebelasan. Beberapa saat kemudian, bus datang. Arahnya tidak langsung menuju ke Kota, jadi harus transit beberapa kali. Dari halte Slipi Kemanggisan, kami turun di halte Grogol 2. Dari halte itu, turun melewati tangga ke halte bagian bawah, halte Grogol. Naik busnya dari sana, jurusan Harmoni. Dari Harmoni, kami berganti bus lagi menuju Kota.

Selamat Datang di Kota Tua :D

Setelah turun di halte Kota, kami berjalan mengikuti papan petunjuk (sempat juga bertanya pada warga sekitaran sana). Keluar dari halte, kami disambut oleh suasana yang berbeda dari biasanya. Kesan vintagenya terasa sekali. Tua tapi asri. Sayang tidak bawa kamera, foto- fotonya hanya berbekal kamera ponsel.
Kami tidak langsung menuju ke Lapangan Fatahillah, melainkan jalan- jalan dulu hingga telihatlah Museum Bank Indonesia (Museum BI). Sebelumnya pas googling, tempat ini juga merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Kota Tua. Jadi kami masuk ke sana. Tiket masuknya juga murah, Rp 5.000,- untuk umum dan GRATIS bagi mahasiswa dengan menunjukkan kartu mahasiswa.
Jam Operasional Museum.

Tas dan segala bawaan dititipkan. Jadi masuknya hanya pegang hape. Kesan pertama saya: museum ini bersih dan adem. Jadi tidak usah takut kepanasan. Begitu masuk, di sisi sebelah kiri terdapat jejeran kasir model jadoel. Lah, jadi ini saja isi museum? Enggak dong, masih ada pintu masuk menuju museum lagi.

Menuju Kelas Pendidikan PFL BCA + Update

Holaa!! Setelah dag dig dug beberapa bulan ini, kabar baik datang juga. Saya lulus seleksi dan akan mulai mengikuti kelas pendidikan bulan September nanti. Tentu saja prosesnya panjang dan butuh kesabaran. Berkali- kali saya hopeless dan hampir menyerah, tapi berkat dukungan orang tua dan teman- teman, saya akhirnya menunggu dengan sabar dan H2C. Setelah lulus, saya ingin berbagi sedikit informasi kepada teman- teman pembaca, semoga bermanfaat ya J

Awalnya, saya melamar di BCA secara manual alias titip ke teman orang tua saya, waktu itu bulan Mei. Tanggal pastinya lupa. He he.. Satu bulan menunggu, tidak ada kabar. Adik saya juga tidak dikabari. Apply-nya barengan.

Kebetulan di bulan Juni, tepatnya tanggal 12, kampus Mikroskil mengadakan job fair dan BCA adalah salah satu perusahaan yang berpartisipasi. Saya pun mencoba lagi melalui aplikasi online yang disediakan pihak BCA saat itu.

Psikotes

Hampir dua minggu (24 Juni 2015), saya mendapat SMS yang berisi undangan untuk mengikuti Seleksi Staff BCA yang akan dilaksanakan di Mikroskil pada 28 Juni 2015 mendatang. Saya sempat sangsi, apakah ini beneran dari BCA atau bukan. Soalnya seleksinya hari Minggu. Tapi lokasinya di kampus, harusnya aman dan benar- benar dari pihak BCA.

Maka pada hari Minggu kuturut Ayah ke kota saya berangkat ke Mikroskil. Sampai di sana sudah lumayan ramai. Ketemu beberapa teman sekolah dan teman kampus juga.  Menuju pukul delapan pagi, peserta seleksi yang datang semakin banyak.

Pukul delapan, tim dari consulting  tiba di kampus. Kami semua diarahkan untuk mengambil nomor ujian  dan spidol. Setelah semuanya oke, psikotes dimulai. Psikotesnya dibagi menjadi dua tahap dengan sistem gugur. Jadi kalau di tahap  pertama tidak lewat, tidak dapat melanjutkan ke tahap dua.

Late post : Liburan ke Kuala Lumpur - Day 2

Kembali lagi dengan postingan tentang liburan waktu itu yang super telat untuk dishare. Okelah, mungkin para pembaca sudah maklum ya. He he..

Jadi ceritanya pas bangun, perut sudah lapar dan minta diisi. Kami berangkat ke Chinatown (Petaling) untuk mencari sarapan. Untuk Anda yang tinggal di daerah Bukit Bintang (BB), ada dua alternatif transportasi yang bisa dipilih, yaitu dengan Rapid KL (berbayar) atau dengan menaiki bis Go KL (gratiiiis).

Tentu saja sebagai pecinta gratisan, saya memilih untuk naik Go KL. Nah, teman- teman, Go KL sendiri adalah bus gratis yang disediakan oleh pemerintah Malaysia. Rutenya beragam. Untuk menaikinya harus memerhatikan warna line-nya. Karena setiap warna memiliki rute yang berbeda.


tempat nunggu Go KL

Untuk mencapai Chinatown, kami menaiki Go KL Purple Line. Tunggunya di depan Starhill Gallery di seberang Pavilion.  Nah, awalnya kami kira warna jalurnya dilihat dari warna busnya. Jadi begitu ada Go KL yang lewat, kami langsung naik. Eh, kok jadi muter ke KLCC ya? Ternyata, warna bus Go KL memang ungu semua. Ha ha.. Keterangan warnanya bisa dilihat di LED Panel yang ada di depan bus. Oh oh oh..

Go KL sebenarnya terdiri dari beberapa line warna. Hanya saja yang lebih sering lewat itu Green Line  dan Purple Line. Berikut ini rute dari masing- masing line (sumber dari www.spad.gov.my ):
Green Line
1.       KLCC
2.       Angkasaraya
3.       MATIC
4.       Concorde Hotel
5.       Wisma Hap Seng
6.       The Weld
7.       Wisma Lim Foo Yong
8.       Pavilion
9.       Ain Arabia
10.   Monorail Raja Chulan
11.   Wisma Rohas Perkasa
12.   Citibank
13.   Wisma Athlan
Purple Line
1.       HAB Pasar Seni
2.       Bangkok Bank
3.       Muzium Telekom
4.       Menara Olympia
5.       KL Tower
6.       The Weld
7.       Wisma Lim Foo Yong
8.       Pavilion
9.       Ain Arabia
10.   Wisma Boustead
11.   Wisma HLA
12.   Simpang Bkt Ceylon
13.   Muzium Telekom (Opp)
14.   Kota Raya

Review T-drama : Someone Like You

Jadi ceritanya saya gagal posting lagi. Alasan terkuat karena malas ditambah mood yang tidak menentu. Mulai dari rencana melanjutkan posting tentang jalan- jalan, review drama, hingga lirik lagu yang lagunya saya putar berulang- ulang, tertunda (baca: kemungkinan batal). Dan kali ini, saat sedang semangat- semangatnya, saya memutuskan untuk nge-post tentang drama Taiwan yang baru selesai saya tonton.

Iya, drama Taiwan. Secara saya sudah lama tidak menonton drama Taiwan (terakhir karena kurang puas karena ceritanya muter- muter di situ sehingga kesannya jadi kurang bagus), kali ini waktu menonton agak biasa saja. Saya beli dvd-nya karena direkomendasi oleh penjual.

Judul dramanya Someone Like You. Pemeran utama prianya Kingone Wang dan pemeran utama wanitanya Lorene Ren. Di luar perkiraan saya, drama Taiwan yang satu ini cukup lumayan saya nikmati meski konfliknya tidak secetar drama Tiongkok atau drama Korea. Dengan tema cerita yang boleh dibilang sudah biasa, drama ini masih terasa manis plus ada bagian kocaknya juga.


Sebelum memulai, kenalkan cast-nya dulu ya :
Kingone Wang sebagai Fang Zhan Cheng
Lorene Ren/ Kirsten Ren sebagai Liang Luo Han dan Chen Yu Xi (tokoh kembar)
Sean Lee sebagai Li Bo Yan
William Liao sebagai Shen Wei Lian (William Shen)
Nita Lei sebagai Xu Ya Ti
Miao Ke Li sebagai Chen Ma Ma (ibunya Yu Xi dan Yu An)
Xu Hao Xuan sebagai Chen Yu An
Katie Chen sebagai Xie Fei Fei
Shen Hai Rong sebagai Juan Jie

Drama ini berkisah tentang seorang GM (general manager) yang memilih untuk hidup dalam kegelapan karena merasa bersalah atas kematian calon isterinya. Dalam perjalanan menuju lokasi foto prewed, terjadi kecelakaan yang menimpa Zhan Cheng dan tunangannya, Luo Han.

Zhan Cheng berhasil diselamatkan tetapi matanya buta sedangkan Luo Han meninggal dunia. Sejak saat itu, Zhan Cheng kehilangan dunianya. Ia terpuruk. Namun perkataan sahabat sekaligus asistennya, William, membuatnya sadar bahwa Big City, pusat perbelanjaan yang dirintisnya, adalah salah satu harapan Luo Han. Oleh karena itu ia bangkit meski tidak bersedia dioperasi. Zhan Cheng mulai membiasakan dirinya untuk mengelola perusahaan.

Di lain tempat, di Lembah Bersayap, seorang gadis bernama Chen Yu Xi hidup dengan ibunya dan berkomplot membohongi para turis. Yu Xi bekerja sebagai pemandu wisata dan sementara ibunya bekerja sebagai peramal gadungan. Yu Xi akan melihat gelagat dan mendapat informasi terlebih dahulu tentang calon klien ibunya lalu memberitahu ibunya sehingga para klien percaya bahwa Ibu Yu Xi benar- benar adalah titisan dewi. Ternyata mereka berbuat demikian agar bisa membiayai pengobatan adik Yu Xi, Yu An, yang tengah diopname karena penyakitnya yang parah.

Pertemuan Zhan Cheng dengan Yu Xi diawali dengan kesalahpahaman. Saat itu Yu Xi sedang berada di Big City untuk melakukan perawatan tubuh yang kuponnya ia dapat dari sahabatnya. Zhan Cheng mendengar suaranya yang mirip dengan Luo Han memutuskan untuk mengikutinya. Yu Xi yang tidak mengetahui bahwa Zhan Cheng tidak bisa melihat hanya bisa berteriak dan bersikap lebay. Singkatnya ia membuat kekacauan namun berhasil menyelamatkan Zhan Cheng.

William terkejut melihat Yu Xi yang memiliki wajah yang sama persis dengan Luo Han. Oleh karena itu, ia mencari tahu dengan langsung datang ke rumah Yu Xi di lembah bersayap dan berbincang dengan Chen Ma Ma.

Chen Ma Ma mengaku bahwa beliau tidak memiliki putri kembar. Dari perbincangan itu diketahui juga bahwa Yu Xi pernah bersekolah di akademi keperawatan. William saat itu langsung menawari YuXi pekerjaan sebagai perawat bosnya. Dengan iming- iming gaji besar, – yang bisa ia pakai untuk membayar biaya pengobatan Yu An – Yu Xi setuju.

Beruntung Yu An diberi mukjizat. Ia sembuh dari penyakitnya. Sebagai ucapan syukur, Yu An mengabdikan dirinya menjadi pastor. Di gereja, ia bertemu dengan Fei Fei, adik tiri Zhan Cheng. Saat itu Fei Fei tengah patah hati karena kakaknya hanya mencintainya

Sayangnya ia tidak betah bekerja dengan bosnya. Di awal kebersamaan mereka, Yu Xi sering berteriak dengan sikap noraknya dan merasa diperlakukan tidak adil. Tapi setelah Yu Xi tahu mengenai kisah hidup bosnya yang pahit, ia sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan.

Sejak itu, Yu Xi membantu Zhan Cheng dengan tulus. Ia juga tidak bersikap kasar dan norak lagi terhadap bosnya. Yu Xi juga mendorong semangat Zhan Cheng untuk bisa melihat lagi. Tanpa Yu Xi dan Zhan Cheng sadari, mereka hidup layaknya sepasang kekasih.

Masalah mulai bermunculan. Dari masalah bisnis merambat ke hubungan Yu Xi dengan Bo Yan, pacar Yu Xi, dan Zhan Cheng. Bo Yan merupakan asisten dari Vanessa, GM The Peak, saingan Big City. Vanessa sendiri bukan wanita yang jahat. Tanpa sepengetahuannya, Bo Yan yang ambisius memanfaatkan hubungan Yu Xi dengan Zhan Cheng untuk mendapatkan informasi dan menjatuhkan Big City.

Kejadian demi kejadian mereka – Yu Xi dan Zhan Cheng – lewati. Berkat Yu Xi, Zhan Cheng bersedia dioperasi. Sayangnya setelah dioperasi, Zhan Cheng tidak dapat langsung melihat. Maka ia dan Yu Xi kembali ke motel milik Juan Jie untuk refreshing sambil memulihkan kondisi Zhan Cheng.

Ya Ti, keponakan Juan Jie, menaruh hati pada Zhan Cheng sejak pertemuan pertama mereka waktu itu. Ya Ti merasa familiar dengan Zhan Cheng. Jantungnya juga berdetak lebih kencang saat melihat pria itu. Begitu pun saat ia ke Taiwan dan mengunjungi Zhan Cheng, melihat rumah Zhan Cheng saja ia merasa sangat akrab dengan pria itu. Dan ia mulai mengetahui suatu fakta yang tidak pernah ia sangka akan terjadi dalam hidupnya.


Bagaimana dengan Ya Ti setelah ia mengetahui kenyataan tentang dirinya? Bagaimana dengan dilema hati Yu An? Akankah Yu Xi dan Zhan Cheng bersatu? Ataukah Zhan Cheng menyukai Yu Xi hanya karena ia selalu teringat pada Luo Han? Ikuti kisah mereka dalam Someone Like You ^^

sumber foto : google.com