Sebuah Jurnal

Find me at Instagram

Halo..

Berhubung posting artikel masih moody-an dan kalau nulis lamaaaa banget, jadinya saya membuat satu akun Instagram dari blog ini (@gelembungcerita) agar bisa lebih sering menulis dan update karena lebih gampang ya kalau ngepost dari ponsel. Postingan ini juga ditulis dari ponsel. Jadi maklum ya kalau nggak rapi.

Tapi yang paling penting, semoga dapat bermanfaat bagi teman- teman ya. Selamat membaca^^

Catatan Kuliner : Dari Binjai Hingga Brahrang

Setelah beberapa hari adem- ademan di Medan dan sekitarnya, sebelum kembali bekerja, saya dan teman- teman mencoba untuk menyegarkan diri dengan berburu kuliner di Binjai, nggak hanya Binjai, tapi juga sampai ke Brahrang. Waktu itu hari ketiga Lebaran. Stasiun kereta api masih dipenuhi oleh calon penumpang.

Perjalanan ke Binjai dapat ditempuh dengan beberapa alternatif. Bisa mengendarai mobil pribadi, angkutan umum (angkot), becak, dan kereta api. Kami memilih kereta api agar lebih efisien. Menumpang KA Sri Lelawangsa, perjalanan kami ke Binjai hanya memakan waktu sekitar setengah jam. Beruntung kami sempat naik kereta api pukul 09:30 karena kereta baru akan berangkat lagi pada pukul 11:00
Dari Medan ke Binjai : Rp 5.000,-
Stasiun Kereta Api Binjai
Setibanya di  Stasiun Kereta Api Binjai, kami berjalan kaki menuju BSM alias Binjai Supermall. Saat itu mall sudah ramai pengunjung dan kami mencoba ke bioskop. Boleh juga kulineran diselingi acara nonton. Sayangnya pintu bioskop tertutup rapat. Atau mungkin belum buka. Jadi, setelah berkeliling – dan tak lupa eksis – sebentar, kami memutuskan untuk langsung berkuliner ria saja. Saatnya makan ^^

RM Pondok Surya
Tujuan pertama ialah Rumah Makan Pondok Surya yang sudah terkenal di kalangan anak muda. Menu favorit di sini adalah tahu bolak- baliknya. Kalau ngomong soal makan tahu balek di Binjai, pasti ke sini.

Dari BSM, kami naik angkot. Lima ribu perak per orang. Turunnya di depan Vihara Setia Buddha. Di samping vihara, ada sebuah gang kecil. Nah, jalannya dari sana. Ikuti saja jalannya dan..kami bertanya pada penduduk setempat agar tidak nyasar. Beberapa menit kemudian, kami tiba di Pondok Surya.

Ada dua pilihan tempat duduknya: satu yang di dalam dan duduk di bangku rotan, dan satu lagi yang menghadap ke sungai. Kalau kurang suka terkena sinar matahari langsung atau dekat sungai, bisa duduk di bagian dalam. Karena masih pagi (belum siang- siang amat), rumah makan itu tampak sepi.
tempat duduk yang menghadap ke sungai (sisi sebelah kanan)
Naik kereta api dan berjalan di bawah terik matahari tentunya membuat kami haus *atau saya saja ya yang kehausan..hehe* sehingga pilihan jatuh pada es the manis jumbo. Yap, ukuran gelasnya memang lebih besar dan untuk saya yang kebiasaannya sebentar- sebentar minum kalau lagi nongkrong, ukurannya pas banget. He he..
Es Teh Manis Jumbo - Rp 8.000,-/gelas
Tahu Bolak- Balik - Rp 15.000,-/porsi
Kami menunggu cukup lama hingga pesanan datang. Tapi ya nggak apa- apalah selama belum kelaparan. Ha ha. Saya sendiri hanya pesan tahu bolak- balik. Jangan lihat isinya yang hanya tiga potong sepiring. tahu bolak- balik ini mengenyangkan lho.

Long Weekend: Melaka, I'm Coming ^^ (Bahagian Tiga)

Ee Ji Ban

Salah satu kuliner yang digandrungi di Melaka adalah chicken rice ball. Di seberang hotel ada satu restoran yang menjual rice ball set, Ee Ji Ban namanya. Rumah makan itu ramai sekali, apalagi di jam makan siang seperti ini. Kami memesan satu porsi Chicken Rice S dan Set Balls (isinya 5 bola- bola nasi).
depan : Chicken Rice (RM 6.30)
belakang : set rice balls (RM 6.00)

Saya pribadi lebih menyukai nasi ayam yang biasa karena disajikan dengan Nasi Hainam. Sementara untuk rice ball, nasinya menggunakan nasi putih biasa. Tapi kembali lagi ke selera masing- masing ya. Dua- duanya wajib coba kalau datang ke sini. Untuk minumnya pesan segelas madu.

Capitol Satay Celup
Rencananya kami baru akan ke Stadthuys sehabis konsultasi dari kedai obat. Kami sudah hampir melupakan Satay Celup kalau saja saat hendak pergi ke Stadthuys kami tidak melewati Capitol, rumah makan yang menjual Satay Celup – salah satu kuliner favorit para turis dan warga sekitar.



Saat itu Capitol sepi (foto di atas diambil setelah kami selesai makan dan keluar dari toko). Saya sampai bertanya ke Mama, apakah ini benar Capitol yang sering saya baca artikelnya di internet. Ternyata benar. Setelah kami masuk dan sedang lahap menikmati satay celup, rumah makan itu mulai ramai.

Long Weekend : Melaka, I'm Coming ^^ (Bahagian Dua)

Holaa.. Lanjut lagi ya cerita saya yang menghabiskan akhir pekan di Melaka. Rasanya telat sekali ya update-nya. Maafkan diriku yang tidak konsisten ini. Okelah, daripada panjang ntar, saya lanjutkan ceritanya saja ya.

Sekadar info, bagi teman- teman yang mau berkunjung ke Melaka saat akhir pekan, saya sarankan memesan hotel terlebih dahulu karena pada akhir minggu seperti ini, apalagi kalau musim liburan ya, hotel akan cepat penuh. Ada sih yang kosong, tapi harga lebih mahal. Seperti Hotel Hong tempat saya menginap waktu itu, saat mau tambah satu malam lagi sudah fully booked. Jadinya pindah hotel.

Amei Jie dari Hotel Hong yang mengantar saya dan Mama ke Mahkota, karena hotel tujuan kami tepat di belakang rumah sakit itu. Thank you banget sama Amei Jie, ramah dan pelayanannya memuaskan. Kalau balik lagi ke Melaka, pasti bakal nginap di Hong lagi.

Kami menginap di Comfort Two Hotel. Kamarnya cukup nyaman, ukurannya lebih besar dari kamar di Hong. Kami diantar Amei Jie sekitar pukul sebelas waktu setempat. Jadinya setelah check out, saya dan Mama keliling dulu di sekitar hotel sambil mencari sarapan.

Breakfast @ Low Yong Moh
Paginya tidak seramai waktu malam. Atau pas kami lewat toko pada belum buka. Pilihan sarapan jatuh pada dim sum. Yeeiii ^^ Nama kedainya Low Yong Moh di Jalan Tukang Emas.
dipilih- dipilih :)
Untuk dim sumnya sendiri lumayan enak. Kami lebih banyak memesan dim sum steam meski saya lebih senang makan yang goreng. He he.. Minumnya pilih Chinese Tea. Nah, teh di sini semua disuguhkan dalam teko mini. Karena kami berdua, harganya dihitung dua cangkir. Secangkirnya RM 1.20. Harga dim sumnya sendiri bervariasi, ada yang  RM 2.70, RM 2.40, RM 3.20, dan juga RM 3.70
Bean Paste Bao - RM 1.30

Chinese Tea (hitungannya per orang)
Setelah perut terisi, saatnya menurunkan isinya dengan jalan lagi. Kami berjalan saja hingga melihat satu bagian jalan yang cukup ramai dipadati pengunjung. Kalau teman- teman melewati jalan ini akan terhubung ke tepi sungai Melaka. Banyak yang foto- foto di sana. Ternyata ada yang cantik di dindingnya.



Nah, cantik kan? Saya juga gak mau ketinggalan foto- foto. He he..

C= Cozy = Chatswood


Sudah dari akhir 2015 saya mendengar bahwa ada kedai kopi baru bernama Chatswood Coffee. Dekat rumah tapi baru lusa kemarin ke sana. Sebelumnya mau ke Chatswood tapi tidak jadi melulu. Chatswood Coffee terletak di Ruko YangLim Plaza No.  15B.

Sabtu (18/6) lalu saya bersama Mama masuk ke kedai kopi ini. Waktu itu sudah sore dan tidak terlalu ramai. Jadi kami duduk di bawah. Untuk pemesanan kopi, seperti beberapa kedai kopi lainnya, pengunjung langsung melihat menu dan memesan di kasir. Kopi yang ditawarkan ada beberapa macam, mulai dari black coffee, white coffee, hingga non coffee.

Caramel Macchiato
Saya memesan Caramel Macchiato. Setelah pesan, baru tahu kalau sedang ada promo Beli 1 Gratis 1. Bagi pecinta diskonan – apalagi gratisan – seperti saya, hal ini tidak boleh dilewatkan. Saya pun berencana untuk datang kembali dan mencoba menu kopi yang lain.

Yang paling saya suka di sini bukan kopinya, tetapi suasananya. Cozy. Sangat cocok menulis di sana, apalagi  kalau ide lagi berseliweran. Cocok juga untuk tempat nongkrong. Pencahayaannya pas. Kalau siang- siang ke sana, saya kurang tahu ya. He he..

Order langsung ke kasir


Awalnya mengira pemilik kedai ini menyukai Australia, ternyata setelah googling, Chatswood merupakan salah satu daerah di pinggiran kota (suburb) di New South Wales ^^

Besoknya saya kembali ke sana  dengan membawa serta anggota keluarga saya. Kali ini di lantai atas karena lantai bawah penuh. Lantai atas bahkan lebih nyaman karena suasananya lebih temaram. Tsaahh..

Long Weekend : Melaka, I’m Coming ^^ (Bahagian Satu)

Sebagai trainee yang belum memiliki jatah cuti, long weekend ini merupakan waktu yang cocok banget untuk berlibur. Yeeeiiiii ^^

Untuk liburan kali ini, kami – saya dan Mama – memilih Melaka. Bukan hanya liburan saja sih, sambilan menemani Mama berobat ke sin she. Bagi saya yang belum pernah ke Melaka, tentu saja saya sangat tertarik dan bersemangat. Setelah tiket berada di tangan, langsung browsing tempat wisata dan kuliner yang direkomendasikan.

Kami berangkat 5 6 Mei 2016 setelah pesawat delayed selama hampir 4 jam. Agenda kami pun molor. Tiket yang kami beli tidak langsung jurusan Melaka karena tidak ada rutenya. Jadi kami mendarat di KLIA2 dulu. Rencananya kami akan naik bus jadwal terakhir, yaitu pukul satu dini hari. Tapi karena penerbangan ditunda, sesampainya di bandara saja sudah pukul dua lewat, jadi sudah tidak ada bus lagi. Bus paling awal baru akan berangkat pada pukul 06:30 tujuan Melaka Sentral. Kami tidak turun di Melaka Sentral, melainkan di Mahkota Medical Centre (MMC). Bus paling awal jadwalnya pukul 07:30. Jadilah kami membeli tiket pukul 07:30.

Agak lega karena tiket sudah di tangan, kami mencoba beristirahat. Melihat banyaknya penumpang yang tertidur pulas di kursi yang agak melengkung bentuknya membuat saya dan Mama ikutan mencoba. Ternyata gagal total. Mungkin karena tidak terbiasa kali ya. Karena tidak menemukan posisi yang nyaman, tidur juga hanya bisa tidur- tidur ayam, sekitar pukul lima kami memutuskan untuk naik ke lantai 3, duduk dan menikmati minuman cokelat hangat di Seven Eleven.


Sevel – Seven Eleven –  di KLIA2 cukup bersih. Tak lama penumpang mulai berdatangan ke minimarket itu. Saya memutuskan untuk mencari tempat nongkrong lain. Pilihan jatuh pada Mc Café yang berhasil bikin Mama  terlelap begitu duduk di sofanya.

Penantian bus terasa lama. Untuk tujuan Melaka, kami memilih Starmart. Satu tiket harganya RM 25.00 sekali jalan. Pukul 07:15 waktu setempat, bus sudah terparkir dengan manis di peronnya. Seneng banget ya, akhirnya bisa istirahat juga.
Bus Starmart Express, Peron A1

Biasa Pakai Formulir 1770 S dan 1770 SS? Yuk, Lapor Online !

Halo ^^
Kembali update lagi. Kali ini bagi info tentang cara lapor SPT online. Awalnya saya mengira ini bakalan ribet. Ternyata enggak. Ke kantor pajaknya juga hanya sekali, yaitu saat daftar E-FIN. Jadi untuk teman- teman yang biasa melapor SPT Tahunan dan antre panjang, apalagi menjelang akhir Maret, antrean pasti membludak ya.

Sebagai solusi, teman- teman bisa melapor secara online. Praktis, tanpa antre, dan bisa dilakukan kapan saja saat senggang. Lalu, apa saja yang diperlukan agar teman- teman bisa mendapatkan E-FIN? Teman- teman hanya perlu membawa pulpen (untuk isi form), fotokopi KTP, dan fotokopi NPWP.

Formulir Aktivasi E-FIN

Setelah mengisi Formulir Aktivasi EFIN, teman- teman tinggal menyerahkan langsung ke bagian loket yang menangani E-FIN. Saat saya mendaftar tidak terlalu ramai jadi bisa cepat. Mbaknya kemudian memanggil saya dan menyerahkan selembar kertas untuk ditandatangan kemudian bagian yang berisi E-FIN diberikan kepada saya.

Langkah selanjutnya adalah mendaftar di laman DJP online dulu. Ini alamatnya :


Untuk pertama kali, daftar dulu ya :)
Teman- teman akan diminta untuk mengisi NPWP, EFIN (isikan dengan nomor yang diberikan oleh petugas), dan kode sekuriti seperti ini :

Setelah pendaftaran berhasil, kita akan dikirimkan email  untuk memverifikasi. Periksa dan pastikan dulu data yang ditampilkan sudah benar sebelum mengaktifkan akun kita. Lalu klik logo E-filing.
Klik Buat SPT yang ada di bagian kanan.

Akan muncul beberapa pertanyaan yang harus dijawab. Kemudian akan muncul kotak merah yang bertuliskan SPT 1770 SS. Klik kotak itu.
SPT 1770 SS siap diisi.
Sebelum dikirim, kita wajib mengklik 'di sini' (yang di-highlight merah.) untuk mengambil kode verifikasi. Kita akan menerima kode verifikasi langsung (bisa dari nomor ponsel ataupun melalui email). Isi sesuai dengan kode yang diterima dan SPT Tahunan siap dikirim.


Nggak ribet, kan? Malah jauh lebih mudah karena bisa kita lakukan di rumah atau pun di kantor. Itu saja informasi yang bisa saya bagi. Semoga membantu :)