Sebuah Jurnal

Showing posts with label Kota Tua. Show all posts
Showing posts with label Kota Tua. Show all posts

‘Mencicipi’ Sisa- Sisa Kolonialisme di Cafe Batavia

Tanpa persiapan apa- apa, kami – saya dan dua teman saya – langsung meluncur ke Kota Tua setelah mengisi perut di salah satu kedai pizza di Slipi Jaya. Baju belum sempat diganti dan ransel masih teronggok manis di kamar kos. Ayuk saja, kalau diajak ke Kota Tua nggak bakalan menolak. He he.

Sesampainya di sana, Museum BI sudah tutup. Karena sudah sore jam tiga lewat juga. Kami lanjut ke Lapangan Fatahillah. Suasana lapangan cukup ramai dan teman saya mengusulkan untuk mencoba nongkrong di Cafe Batavia. Kebetulan saya juga belum pernah ke sana tiap kali ke Kota Tua.


Cafe Batavia merupakan bangunan yang dulunya digunakan oleh VOC sebagai kantor administratif mereka. Perjalanan panjang kemudian membawa bangunan ini akhirnya dirombak menjadi kafe setelah berubah fungsi dari kantor administratif menjadi galeri seni sebelumnya.

Suasana lantai dasarnya

Kota Tua : Wisata, Budaya, dan Penyegaran

Sebelum memulai kelas pendidikan, saya dan teman saya menghabiskan waktu dengan berjalan- jalan di Jakarta. Agenda hari ini adalah pergi ke Kota Tua (atau disebut juga Oud Batavia). Sebelumnya, saya hanya pernah mendengar dan melihat di televisi. Akhirnya hari ini berkesempatan mengunjungi Kota Tua juga. Asyiikk ^^

Transportasi
Maka saya mulai googling seputar transportasi menuju ke Kota Tua. Banyak ya alternatif transportasi menuju Kota Tua. Bisa naik busway, angkot, taksi, dan sebagainya. Kami memilih naik busway untuk menghemat biaya. Dengan modal Rp 3.500,- sudah bisa sampai di Kota Tua. Kalau teman- teman ragu atau tidak tahu rute yang pas, bisa juga bertanya kepada petugas yang sedang berjaga. Petugasnya ramah dan teman- teman pasti dikasih tahu harus naik bus jurusan mana.

Karena kami tinggal di daerah Slipi, kami menunggu bus dari halte Slipi Kemanggisan. Waktu itu sudah siang, sekitar jam sebelasan. Beberapa saat kemudian, bus datang. Arahnya tidak langsung menuju ke Kota, jadi harus transit beberapa kali. Dari halte Slipi Kemanggisan, kami turun di halte Grogol 2. Dari halte itu, turun melewati tangga ke halte bagian bawah, halte Grogol. Naik busnya dari sana, jurusan Harmoni. Dari Harmoni, kami berganti bus lagi menuju Kota.

Selamat Datang di Kota Tua :D

Setelah turun di halte Kota, kami berjalan mengikuti papan petunjuk (sempat juga bertanya pada warga sekitaran sana). Keluar dari halte, kami disambut oleh suasana yang berbeda dari biasanya. Kesan vintagenya terasa sekali. Tua tapi asri. Sayang tidak bawa kamera, foto- fotonya hanya berbekal kamera ponsel.
Kami tidak langsung menuju ke Lapangan Fatahillah, melainkan jalan- jalan dulu hingga telihatlah Museum Bank Indonesia (Museum BI). Sebelumnya pas googling, tempat ini juga merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Kota Tua. Jadi kami masuk ke sana. Tiket masuknya juga murah, Rp 5.000,- untuk umum dan GRATIS bagi mahasiswa dengan menunjukkan kartu mahasiswa.
Jam Operasional Museum.

Tas dan segala bawaan dititipkan. Jadi masuknya hanya pegang hape. Kesan pertama saya: museum ini bersih dan adem. Jadi tidak usah takut kepanasan. Begitu masuk, di sisi sebelah kiri terdapat jejeran kasir model jadoel. Lah, jadi ini saja isi museum? Enggak dong, masih ada pintu masuk menuju museum lagi.